Fanfiction

FRIENDSHIP PART 1



Akhirnya ff tentang suju jadi juga :D   . Enjoy baca ini ff :D . Semoga kamu suka sama ff ini :D
Namaku Tara. Aku sekarang kelas 2 di Indonesia – Seoul High School. Aku orang Indonesia, aku pindah ke Seoul saat aku kelas 2 SD. Kami sekeluarga pindah karena papah ku menjalankan sebuah bisnis rumah makan Indonesia di Seoul. Saat aku pindah ke Seoul Mamahku memasukan ke sekolah untuk orang Indonesia yang di Seoul. Disekolah itu aku berkenalan dengan Delon, Hani, Iu, dan Rika. Teman pertamaku saat ada di Seoul adalah Rika, Rika lebih tua 1 tahun dibanding aku. Rika punya seorang adik yang bernama Delon, Delon seumuran denganku. Delon adalah teman keduaku di Seoul. Saat aku masuk sekolah aku sangat senang bisa sekelas dengan Delon dan 1 sekolah dengan Rika. Dari Delon aku mengenal Iu dan Hani. Seiring berjalannya waktu aku mendapat sahabat baru yang menjadi bagian dari kami  yaitu Tsuki,  dan  Risa. Kami semua terus bersama sampai kami SMA sekarang.
“Tar, hari ini kita ke toko buku yuk?” ajak Iu saat di kantin.
“Ayo!! kebetulan aku juga pengen beli komik ” kataku semangat.
“Ajak yang lain juga!!Biar ramai!!” kataku
“Yang lain sudah aku ajak tapi cuma Rika aja yang bisa” jawab Iu
“Okeh, kalau begitu kita bertiga aja.”
oOo
“Woi, cepetan larinya!!Dah dari tadi nih nungguin kalian berdua.” teriak  Rika dari gerbang sekolah.
“Mian!! tadi gurunya lama banget keluarnya padahal sudah bel” kataku
“Yasudah, ayo kita jalan sekarang!!”
Kami bertiga akhirnya pergi ketoko buku di daerah Incheon.
“Dah,ketemu buku yang kamu cari??” tanyaku pada Iu
“Ini. Kamu sendiri bagaimana sudah ketemu belum komik yang kamu mau??”
“Nih sudah.” sambil menunjukan 3 komik berseri Shi Hwa Mong.
“Ngomong – ngomong Rika mana??”
“Nggak tahu, tadi katanya sih kebagian majalah.” jawabku
“Kita samperin yuk!! Sudah kelamaan kita disini.” ajak Iu
“Eh, Rika lagi ngobrol sama siapa tuh???”
“Sudah, samperin aja daripada penasaran!!” tarik Iu
“Ka, kita berdua sudah selasai belanjanya nih.”
“Eh kalian. Oh ya, kalian masih inget sama dia nggak?” tanya Rika sambil menunjuk pria di depannya.
“Dia siapa?? Aku nggak inget.” kataku.
“Oh iya Kibum kan?? Anak komplek sebelah!!”
” Ternyata cuma Iu aja yang ingat denganku ya” kata Kibum sambil tersenyum.
“Yaampun Tar, masa kamu lupa!! Ituloh waktu SD kita suka main sama Kibum tapi pas kita smp kelas 1 dia pindah ke Amerika. Inget nggak??” tanya Iu
“Akhh!!iya. Tapi kibum yang mana sih abis yang namanya Kibum ada banyak. Aku punya 2 orang teman yang namanya Kibum juga.”
“Aduh nih anak. Ingetannya jelek banget!!” kata Iu sambil menepak kepalaku.
“Aich!!sakit tau!!” sambil memagangi kepalaku.
“Oh ya, kapan kau kembali ke Seoul?? Sekarang sekolah dimana??Masih dirumah yang dulukan tinggalnya?? tanya Iu bertubi – tubi.
“Nih anak pertanyaannya sudah kaya kereta aja panjang banget!!” kata Rika kesal.
“Aku balik sekitar tahun kemarin. Aku masih dirumah yang dulu kok. Sekarang aku sekolah di SongNim du High School.” jawab Kibum sambil tersenyum :D
“Kesini sendiri??”tanya Iu
“Nggak bareng teman kok!!”
“Mana temannya??” tanya Iu
“Hmm sebentar ya.” sambil pergi meniggalkan kami.
Saat kembali dia sudah membawa temannya.
“Kenalin ini temanku namanya DongHae.”
“Anyeong. DongHae imnida” kata pria yang bernama DongHae
“Aku Iu. Ini Tara dan Ini Rika.” kata Iu memperkenalkan kami semua.
“Anyeong.”kataku dan Rika.
“Hei, pulang yuk nanti kita kesorean pulangnya.” ajakku kepada Iu dan Rika.
“Akh Kibum,DongHae kami bertiga pulang dulu ya.” kata Rika
“Akh ya, kapan – kapan kita ngobrol lagi ya” jawab Kibum
Kami bertiga akhirnya berpisah dengan Kibum dan DongHae. Sejak saat itu kami tidak pernah bertemu mereka ber 2 lagi.
Ring Ding Dong Ring Ding Dong Riggi Ding Ding Ding* suara bel pulang sekolah berbunyi*
“Akh akhirnya selasai juga!!Pulang Yuk!!” ajak Tsuki
“Hmm mataku sudah berat nih pengen cepet pulang dan tidur” kata Hani.
“Sama aku juga sudah nggak tahan lama – lama di sekolah.” kata Delon.
“Pulang – pulang!!” kata Risa sambil menarikku.
“Ayo pulang!! tapi samperin Rika dulu dikelasnya.” kataku
” Akh kalian baru aja aku mau kekelas kalian!!” kata Rika yang bertemu kami didepan kelasnya.
“Hei, siapa tuh 4 orang cowok yang berdiri di depan gerbang sekolah kita!! Seragamnya lain, anak sekolah mana tuh??” kata Risa sambil menunjuk kearah gerbang sekolah.
“Mana??” kata kami semua sambil melihat ke arah gerbang.
” Akh itukan!!” pekik Rika dan Iu sambil berlari menuju gerbang.
Kami pun ikut berlari kearah gerbang.
“Hai, kenapa kalian datang kesekolah kami??” tanya Rika
“Kami kesini ingin mengajak kalian jalan.” kata Kibum dan DongHae bersamaan.
“Sepertinya aku dan Risa nggak bisa ikut. Kami berdua harus les hari ini.” kata Tsuki dan Risa sambil pergi meninggalakan kami
” Aku juga pulang ya. Aku ngantuk ingin tidur.” kata Hani sambil berlari mengejar Tsuki dan Risa.
“Aku juga pulang ya!!” kataku sambil meninggalkan mereka.
“Tara, kau ikut saja dengan kami.” kata Kibum sambil menarik tanganku.
“Tau nih anak ikut aja sih.” kata Iu
“Ya, tinggal ikut aja susah banget.” kata Rika
“Kamu Kibum kan?? Kibum yang dulu suka gangguin Tara waktu masih kecil!!” tanya Delon.
“Akh pantas saja,aku tidak ingat Kibum.” pikirku
“Akh iya. Kamu Delon kan?? Yang suka ngebelaain Tara kalau lagi aku ganggu.
“Hmm hmm” angguk Delon
“Oh iya kenalin ini SiWon dan KyuHyun” kata Kibum memperkenalkan ke2 temannya yang baru aku lihat.
” SiWon imnida”
“Anyeong!!KyuHyun imnida.”
“Bagaimana kalau kita berangkat sekarang??” kata DongHae.
” Ya, Ayo!!”  kata Rika dan Iu semangat.
Akhirnya aku yang tidak mau ikut, akhirnya ikut juga karena dipaksa. Delon 1 mobil dengan KyuHyun. Rika 1 mobil dengan SiWon. Iu 1 mobil dengan DongHae dan aku 1 mobil dengan Kibum. Kami semua pergi ketempat karaoke didaerah Incheon.Kami semua akan ketemuan di tempat karaoke .
” Wah tempat karaokenya bagus amat!!” kata Iu dan Rika.
“Dasar biasanya cuma di karaoke box, giliran diajak kekaraoke yang bagus norak banget!!” kataku sewot
“Ye,ini anak rese amat!!” kata Iu dan Rika kesal.
Iu, Rika dan Delon terlihat sudah akrab dengan, SiWon dan KyuHyun. KyuHyun suaranya sangat bagus saat menyanyi dan DongHae dancenya sangat keren. SiWon suaranya juga bagus. Kibum saat bagian lagu repp dan cepat sangat bagus membawakannya. Sedangkan aku hanya duduk dan melihat saja.
“Tar,kok diem aja.” tanya Delon
“Orang aku nggak mau ikut dipaksa ikut!!” kataku kesal
“Oh ya, tadi di jalan sama Kibum ngobrol apa aja??”
“Dia cuma bilang maaf karena dulu suka gangguin aku.”
“Sudah itu aja yang diomongin??”
“Ya, memang mau ngobrol apa lagi!!” jawabku kesal
“Lon, daritadi aku lihat kamu perhatiin KyuHyun mulu.”
“Nggak kok!!sudah ah, aku mau ikutan nyanyi lagi.” jawab Delon salah tingkah.
oOo
“Akhh hari ini menyenangkan sekali!!” kata Iu dan Rika.
“Ya, kami ber 4 juga merasa senang!!” kata Kibum
“Baiklah kami semua pulang dulu ya!!kataku sambil menarik Delon
“Akh biar kami antar kalian.” cegah Kibum
“Akh tidak usah biar kami pulang naik bus saja.” kataku
“Bener nih mau dianterin??” tanya Iu
“Ya,lagipula rumah kita semua jaraknya tidak begitu jauh.” kata DongHae
“Aich dasar si Iu.” pikirku
“Kalian bertiga saja yang dianterin,aku mau pulang naik bus saja.” kataku sambil pergi menginggalkan mereka.
“Tara!! Tara!! Tara!!” teriak Kibum memanggilku.
Aku tidak perduli dan langsung naik kedalam bus saat bus datang.
oOo
“Hei Tar, gimana kemarin??” tanya Tsuki
“Gimana apanya??”
“Ya,kalian ber4 kemarin diajak kemana??” tanya Risa.
“Ketempat karaoke aja.”
“Terus?? kemana lagi??” tanya Hani
“Nggak kemana – mana lagi.” jawabku santai
“Klo dari jawab pertanyaan kami, kamu terlihat tidak senang pergi kemarin.”
“Gimana Tara mau senang, kemarin ini anak diam saja. Ga ikut nyanyi cuma duduk melihat kami aja.” jawab Iu yang tiba – tiba sudah ada diantara kami.
“Oh ya Tar, apa semalam ada yang menelponmu??” tanya Iu
“Tidak, memang kenapa??”
” Tidak – tidak apa – apa.”
“Woiiiiiiiiii all!!” teriak Delon sambil berlari kearah kami.
“Kenapa Lon??” tanyaku
“Tadi KyuHyun telpon aku katanya hari ini mereka mau ngajak kita jalan lagi!!Akh senangnya!!.”
“Aku nggak ikut!!” kataku sambil pergi meninggalkan mereka.
“Woi Tara!! Tar!!” teriak Delon sambil mengejarku.
“Kenapa sih nggak mau ikut??” tanya Delon yang telah berjalan disampingku
” Nggak kenapa – kenapa kok Lon”
“Akh Tara!! Sudah ikut saja.”
“Tidak, aku tidak mau!!Kalau kau terus memaksaku aku akan marah padamu.”
“Akh baiklah.”
oOo
“Eh mereka semua sudah datang tuh” teriak Iu sambil menunjuk pintu gerbang.
“Ayo samperin!!” kata Rika semangat
“Hai, kalian sudah menunggu lama??” tanya Delon
“Tidak kami semua baru datang kok.” jawab Kibum
“Oh ya, kenalkan ini teman kami yang kemarin tidak bisa ikut.”
“Anyeong Tsuki imnida.”
“Risa imnida.”
“Hani imnida.”
“Anyeong!!” kata mereka ber 4
“Jadi hari ini kita akan pergi kemana?” tanya DongHae
“Mian, aku tidak bisa ikut.” kataku sambil beranjak pergi
“Loh Tara kok ga ikut??” kata Kibum
“Tara sedang tidak enak badan.” jawab Delon
“Tara!!Biar aku antar pulang.”Kata Kibum yang sudah ada di sampingku
“Tidak usah terima kasih!!”  sambil mempercepat langkah kakiku.
oOo
“Aduh!!” kataku
“Mian, kau tidak apa – apa.” kata seorang pria sambil membantuku berdiri.
“Akh aku tidak apa – apa.”
“Mian,aku sedang buru – buru jadi aku tidak melihat kau.” kata pria itu.
“Akh tidak apa – apa.”
“Oh ya, kau siapa??Aku baru melihat kau di komplek ini.”
“Aku Kim JaeJoong. Aku baru pindah hari ini kesini tadinya aku tinggal di Jepang.” kata pria yang bernama JaeJoong memperkenalkan diri.
“Aku Tara.”
“Kau pindah kemana??”
“Aku pindah di sebuah rumah yang diujung jalan ini.”
“Rumah yang ada pohon cemara bukan??”
“Ah iya, aku dan keluargaku pindah kesitu.”
“Kalau begitu kau tetangga baruku. Aku tinggal tepat disamping rumahmu.”
“Senang rasanya sudah kenal dengan tetangga baru.” kata JaeJoong
oOo
“JaeJoong ssi bagaimana kalau kau mampir dulu kerumahku?” kataku saat didepan rumah.
“Mungkin tidak sekarang. Aku harus membantu  membereskan rumah dulu.”
“Baiklah kalau begitu nanti aku akan kerumahmu. Untuk membantumu merapihkan rumah.”
“Gomawo.”
“Aku masuk dulu ya.” kataku sambil masuk kedalam rumah.
oOo
“Aku pulang!!”
“Selamat datang.” kata Mamah menyambutku.
“Tara, kau tahu kita punya tetangga baru loh.”
“Aku sudah tahu mah. Aku sudah berkenalan dengan anaknya malah.” kataku
“Benarkah??Kapan??”
“Ya, benar. Tadi dia tidak sengaja menabrakku di ujung jalan sana.Kemudian kami berkenalan.”
“Siapa namanya??”
“Kim JaeJoong.”
“Mah, nanti aku akan membantunya membereskan rumah.Boleh ya mah?”
“Ya tentu. Nanti berikan buah – buahan ini sebagai tanda perkenalan dari keluarga kita ya.”
“Okeh mah, aku ganti baju dulu. Baru aku akan kesana.”kataku sambil naik kekamarku diatas.
oOo
“Anyeong” sapaku saat pintu rumah JaeJoong dibuka.
“Kamu siapa??” tanya seorang gadis di depanku.
“Aku tetangga sebelah.” kataku
“Owh silahkan masuk.” kata gadis itu mempersilahkan aku masuk.
“Yuuri, ada siapa??” kata seorang pria dari arah dalam.
“Ada tetangga sebelah oppa.”
“Tara, kau rupanya benar – benar datang.” kata JaeJoong kaget  saat melihatku.
“Hmm. Ini.” anggukku sambil memberikan buah – buahan titipan mamah.
“Untuk kami??”
“Ya, untuk kalian dari Ommaku.”
“Gomawo onni.” kata gadis yang ternyata adiknya JaeJoong.
“Aku panggil Appa dan Omma dulu ya.” kata Yuuri
Yuuri pergi meninggalkan kami berdua diruang tamu. Saat dia kembali..
“Omma!!Appa kenalin ini tetangga baru kita.” kata Yuuri memperkenalkanku
“Anyeong Bibi,paman.” kataku sambil membungkukan badan.
“Anyeong!!”
Aku berbincang banyak dengan keluarga Kim hari itu. Mereka semua keluarga yang ramah. Ternyata mereka semua dulu pernah tinggal disini,mereka pindah ke Jepang saat JaeJoong kelas 1 SD. JaeJoong seumuran denganku dan Yuuri 2 tahun dibawahku. Aku membantu keluarga Kim membereskan rumah mereka dan mereka juga mengajakku makan malam sebagai tanda terima kasih karena aku telah membantu mereka.
“Sudah malam aku sudah harus pulang.” kataku pada keluarga Kim.
“Khamsamnida sudah dibantu.” kata paman Kim
“Sering – sering main kemari ya.” kata bibi Kim
“Onni,besok aku main kerumahmu ya??”
“Ya,aku tunggu loh.”
“Tara, gomawo sudah membantu kami berberes.” kata JaeJoong.
“Ne, cheonmaneyo.” sambil pamit pulang.
oOo
“Kibum ssi, kenapa kau bisa ada disini??” kataku kaget saat masuk ruang tamu.
“Tara, baru saja mamah mau menelponmu untuk pulang.”
“Anyeong,aku datang kesini untuk menjengukmu. Kata Delon kau sedang sakit.”
“Tara sakit!! Masa sih??”kata Mamah panik sambil memegang keningku.
“Akh mamah aku baik – baik saja!!Lebih baik mamah masuk saja!!” kataku sambil mendorong mamah masuk kedalam.
“Aku tidak apa – apa kok.” sambil duduk di dekat Kibum
“Kau habis dari mana tadi??”
“Aku habis dari rumah sebelah.”
“Bagaimana tadi?? menyenangkan??”
“Tidak menyenangkan sama sekali.”
“Loh kenapa??” kataku bingung.
“Karena kau tidak ikut makanya tidak menyenangkan.” sambil menatap mataku tajam.
“Kibum ssi aku…”
“Akh aku harus pulang sekarang.Aku kesini hanya untuk memastikan keadaanmu saja” kata Kibum sambil beranjak dari kursi.
Sepertinya Kibum tahu kalau aku bingung dan kaget mendengar jawabannya tadi.
“Gomawo Kibum ssi. Hati – hati dijalan.” kataku sambil mengantar Kibum keluar rumah.
oOo
“Tara, semalam Kibum datang kerumahmu ya??” tanya Iu saat di kelas.
“Kenapa kau bisa tau??”
“Kibum menelponku  kemarin malam.”
“Iu bayar pajak sekarang!!” kata anak – anak yang tiba – tiba datang.
“Bayar pajak apaan??” tanyaku heran
“Si Iu tuh sudah jadian sama DongHae kemarin!!” jawab Delon
“Hah serius??Kok bisa??Cepet amat!!” kataku kaget.
“Ya, bisalah. Iu gitu.” kata Hani
“Iu, kamu jadian sama DongHae??”
“Ya.” jawab Iu santai
“Pajak pajak pajak pajak!!” kataku sambil menarik – narik tangan Iu.
“Tenang!! Hari ini aku teraktir kalian semua dikantin.”
“Yah dikantin!!Jangan dikantin donk.” kata Tsuki sewot
“Betul jangan dikantin!!” kata Risa
“Uangnya cuma cukup buat traktir kalian dikantin tau!!”
“Yahhhhhh….”
“Bukannya bersyukur sudah ditraktir malah milih lagi!! Jadi mau ditraktir apa nggak nih??” kata Iu sewot
“Yasudlah dari pada nggak sama sekali.” kataku
“Gooooo Kantin!!!” kata kami sambil berlari menuju kantin.
oOo
“Iu!! DongHae tuh sudah ngejemput!!” kataku sambil menarik Iu ke gerbang.
“Woi tungguin kita donk!!” teriak yang lain mengejar kami
“Cie DongHae.”
“Nih titip teman kami yang 1 ini ya!!” kata kami semua sambil mendorong Iu ke DongHae.
“Awas loh!!Kalau sampai kamu buat teman kami nangis!!” kata kami semua kompak
“Tenang saja. Kalian tidak perlu khawatir.”
“Kami pulang duluan ya.” pamit Iu dan DongHae sambil masuk kemobil.
“Eh cem ceman aku juga sudah dateng tuh!!” kata Rika yang membuat kami  semua kaget.
“Hah?? Siapa??” tanyaku kaget
“Anyeong!!” sapa Siwon dari dalam mobil.
“Siwon???”kata  kami kaget.
“Yup Siwon!!Duluan ya.” kata Rika sambil masuk kedalam mobil SiWon.
“Kok bisa Lon??” tanyaku saat mobil SiWon pergi.
“Mene ketehe aku yang adiknya aja baru tahu sekarang!!”
Tin tin tin *suara klakson mobil*
“Siapa lagi tuh??” kata Tsuki
“KyuHyun!!” saat melihat pintu kaca mobil dibuka.
“Lon, pulang bareng yuk??” ajak KyuHyun
“Bener nih??”
“Ya, bener.”
“Akh senangnya.” kata Delon sambil meninggalkan kami.
“Dasar kagak setia kawin kawan. ” kata Tsuki kesal
“Tinggal kita ber 4 nih!!!” kata Risa lemas
“Yasud nggak apa – apa.” kataku sambil merangkul Risa.
“Kita pergi main aja yuk??” ajak Tsuki.
“Ayo, daripada mupeng gara – gara Rika, Iu sama Delon!!Mendingan kita seneng – seneng!!” kata Hani.
“Betul banget!!” kataku semangat.
Akhirnya kami ber 4 pergi makan – makan di Kyochon chiken, biasa hobi kita ber 4 memang sama yaitu doyan makan tapi badan kita gak gembul loh.
“Tar, kamu sama Risa antri ya!!Aku sama Hani cari tempat duduk.”
“Okeh.”
Saat kami sedang mengantri tiba – tiba aku merasakan ada yang menepuk pundakku tapi bukan Risa secara Risa disampingku gitu.
“JaeJoong!!” kataku kaget saat melihat JaeJoong.
“Kenal tar??” tanya Risa.
“Dia tetangga baru disamping rumahku sa.”
“Anyeong, JaeJoong imnida.”
“Risa imnida.”
“Sama siapa kesini??Yuuri??”
“Bukan sama temanku kok.”
“Kau masuk SongNim du High School ya??” tanyaku saat melihat seragam yang dipakai JaeJoong.
“Ya, aku masuk situ.”
“Tar, bantuin angkat nih!!” kata Risa sambil menunjuk pesanan kami.
“JaeJoong ssi, kami duluan ya!!” kataku
“Ah ya.”
oOo
“Mana Tsuki sama Hani??” sambil celingak – celinguk mencari Tsuki dan Hani.
“Tuh mereka!! Tapi kok ada orang lain sih selain mereka yang duduk disitu??”
“Udah samperin aja!!”
“Kibum ssi!!” kataku dan Risa kaget melihat Kibum duduk dimeja kami.
“Anyeong.”
“Meja disini pada penuh semua. Terus pas kita lagi nyari – nyari  meja kita ketemu Kibum, terus Kibum nawarin buat duduk barengan aja!!Begitu.” jelas Hani
“Owh begitu!!” kataku sambil duduk .
“Kibum ssi, kesini sama siapa??” tanya Risa
“Sama..”
“Kibum ini pesananmu!!”
“Aku sama dia.”
“JaeJoong ssi!!” kataku kaget saat menengok kebelakang
“Tara!!”
“Kau mengenal Tara??”
“Ya, Dia tetangga sebelah rumahku.”
“Oh iya.”
“Kalian teman 1 kelas di sekolah ya??” tanyaku
“Tidak, kami hanya teman 1 sekolah.”
“Tapi kok bisa??”
“Aku dan JaeJoong saudara sepupu.”
“Hah!!” kataku kaget
“Memang margamu apa??” tanya Tsuki sama JaeJoong.
“Kim.”
“Pantesan Kibum juga marganya Kim.” kata Hani
oOo
“Kalian ber 4 mau kemana lagi??” tanya Kibum pada kami
“Mau pulang.” jawab Tsuki.
“Biar kalian kami antar pulang gimana??” ajak Kibum.
“Bener nih??” tanya Risa
“Ya, kami akan mengantar kalian pulang.”
Akhirnya Kibum dan JaeJong mengantar kami pulang ke rumah masing – masing. Berhubung rumahku dan JaeJoong sebelahan jadi kami diatar pulang paling belakang.
“Kibum ssi, JaeJoong ssi gomawo.” kataku saat didepan rumah.
“Tara, nanti kau kerumah JaeJoong ya!!Aku akan menginap di rumah JeaJoong malam ini.”
“Ya, nanti kau main kerumahku ya?Omma dan Yuuri pasti senang kalau kau datang kerumah.”
“Hmm” anggukku kemudian langsung masuk kedalam rumah.
oOo
“Tara!!”
“Aich mamah membuatku kaget saja!! Ngapain sih didepan pintu??”
“Tadi siapa yang sama Kibum??”
“Mamah,nggak tau dia itu anak tetangga baru kita??Kan aku sudah pernah cerita sama mamah.” kataku sambil mengajak mamah masuk ke ruang tamu.
“Oh dia, cakep ya Tar.”
“Aich mamah sudah punya Papah juga masih liat yang lain.”
“Yee, sebarangan aja ini anak ngomong. Maksud mamah kenapa kamu nggak deketin dia aja!!”
“Mah, dia memang cakep tapi bukan berarti aku suka sama dia.”
“Kalau begitu sama Kibum aja. Mamah juga setuju kalau sama dia.”
“Terserah mamah sajalah!!” kataku sambil berjalan kekamar.
oOo
Tok… Tok.. Tok.. suara kaca diketok
“Siapa sih yang iseng ngelempar batu kejendela??” kataku penasaran sambil jalan ke jendela.
“Anyeong!!” kata orang yang melempar batu.
“Kibum ssi.” kataku kaget ternyata Kibum yang melempar batu ke jendelaku.
“Ada apa??”
“Tidak, aku hanya penasaran kamar siapa yang disamping kamar JJ ini.”
“Ternyata kamar kamu Tara.”
“Aich kau ini kurang kerjaan saja.” kataku sambil menutup jendela.
“Hei Tara!!Kok ditutup sih jendelanya!!”teriak Kibum
Aku yang mendengar teriakan Kibum tidak menggubrisnya.Tapi  walaupun aku tidak menggubrisnya Kibum tetap tidak berhenti berteriak memanggilku, menyebalkan sekali dia.
“Bisakah kau berhenti berteriak!!” kataku kesal sambil membuka jendela.
“Akh mian Tara, aku aku hanya ..”
“JaeJoong ssi,aku bukan marah padamu tapi ..”
“Akh mian JaeJoong, tadi Kibum terus berteriak memanggilku jadi aku … ” kataku menyesal.
“Akh tidak apa – apa.” kata JaeJoong sambil tersenyum.
“Ada apa kau memanggilku??”
“Akh tidak aku hanya ingin memastikan apa yang Kibum bilang kalau disamping kamarku adalah kamarmu.”
“Aich kau dan Kibum sama saja.”
“Ya, kami memang sama dalam segala hal.”
“Maksudmu??” tanyaku bingung.
“Ya, kami mempunyai selera yang sama dari makanan,baju bahkan tipe gadis yang kami sukai pun sama.” sambil terus menatapku.
“Akh begitu.”
“JaeJoong ssi mian sepertinya aku tidak bisa main kerumahku. Aku sangat lelah hari ini”.
“Tidak apa – apa.Istirahat saja.”
oOo
“Aich sudah jam segini.” sambil melihat jam yang jarunya ada dipukul 7.
“Aich aku bisa terlambat.” kataku panik.
“Tara, kau tidak sarapan dulu??” tanya mamah.
“Tidak usah mah!!Kalau aku sarapan aku bisa telat ke sekolah.” kataku sambil berlari keluar rumah.
“Ah telat nih!! Aku pasti telat!!”  kataku yang masih terus berlari
Tin tin tin tin
“Aich mobil dibelakang berisik amat sih!!Jalanan masih luas juga pake klakson segala.”
Tin tin tin tin
“Akh menyebalkan sekali tuh mobil tinggal jalan lewat samping repot baget sih.” kataku yang mulai merasa kesal dengan klaksonan mobil tersebut.
Tin Tin tin tin
“Menyebalkan sekali!!”
“Yaaa!!Kau apa susahnya sih jalan disamping!!Jalan disamping masih lega tau!!” marahku kepada yang punya mobil.
“Kau mau bareng dengan kami Tara??” tanya sang pemilik mobil saat membuka kaca mobilnya.
“Kibum ssi, JaeJoong ssi.”
“Kau akan terlambat kalau kau naik bus.” kata Kibum.
“Aniyo, gomawo aku naik bus saja.” kataku
“Sudahlah, biar kami antar saja.” kata JaeJoong.
“Aniyo, kalau kalian mengantarku. Nanti kalian yang telat.”
“Sudah ya. Aku duluan.” kataku sambil berlari lagi.
“Tara!!” teriak mereka berdua memanggilku
Aku terus saja berlari tanpa menengok kearah mereka.
oOo
“Tar, doyan amat si telat kesekolah”. kata Iu saat dikantin
“Si Tara telat??lagi??” tanya Rika.
“Mana telatnya pas pelajaran kedua lagi.” kata Delon
“Jago banget dah ni anak!!” kata Tsuki.
“Aich kalian ini, bisanya mojokin temen aja!!” kataku sewot.
“Kok bisa masuk sih kan dah pelajaran kedua!! gerbang sekolahkan juga dah ditutup. Kok bisa??” tanya Rika heran
“Tara gitu!!ya manjat pagerlah!!” kata Hani ikut – ikutan.
“Kan si Tara dari kecil kalau urusan manjat di paling jago. Inget ga waktu tuh kita mau nyolong mangga pak Park *mang di Seoul ada pohon mangga apa* si Tara yang manjat kan!!” kata Risa santai
“Memang kalian ini bisanya ngejek temen yang lagi susah aja.” kataku sewot yang mendengar ocehan mereka.
“Tapi emang kenyataannya begitu Tar. Dulu kamu tuh laga kaya preman tapi kalau udah dikerjain Kibum langsung cengeng.” kata Delon
“Hah?? Kalian ini!! Menyebalkan sekali!!” marahku sambil meninggalkan mereka.
“Yah. Ngambekkan tuh anak!!” kata Rika.
oOo
“Tar, mau ngambek sampai kapan??” tanya Delon.
“Tau nih. Masa digodainnya pas istirahat marahnya sampai pulang sih.” kata Iu.
“Tar, jangan diem aja dunk!!” kata Hani.
“Tau nih nggak seru amat sey!!” kata Tsuki.
“Tar, udah donk!!” kata Risa.
“Tar, mian. Jangan marah lagi dunk!!” kata Rika
“Memang siapa yang marah??” kataku pura – pura babo
“Aich dasar kau ini!!” kata mereka semua sambil menjitakku
“Aich kalian ini, nggak bisa di ajak bercanda banget sih.” kataku kesal sambil menyingkirkan tangan mereka dari kepalaku.
“Dikiraiin marah beneran.” kata Delon
“Ya nggak mungkin lah.”
“Eh all, duluan ya DongHae dah jemput tuh.” kata Iu sambil meninggalkan kami.
“Aku juga ya.” kata Rika sambil berlari kearah SiWon yang sudah menunggu didepan mobil.
“Aku juga.” kata Delon ikut – ikutan berlari kearah gerbang gara – gara ada KyuHyun.
“Delon sama Rika belum pacaran sudah dijemput. Apa lagi kalau sudah pacaran!!” kata Tsuki
“Tapi si Kibum ngapain tuh kesini. Kan teman – temannya dah pada pergi.” kata Risa sambil menunjuk kearah Kibum yang berdiri di bawah pohon.
“Samperin yuk!!Siapa tau dia mau nganterin kita pulang kerumah.” Ajak Hani.
“Kibum ssi ada apa kau kemari?? Kalau ketiga temanmu kan jelas buat menjemput Iu, Rika, dan Delon. Kau kesini mau menjemput siapa??” tanya Risa penasaran.
“Aku kesini, karena ada yang mau aku bicarakan dengan Tara.”
“Yah, kirain kau bakal nganterin kita ber 4 pulang.” kata Hani lesu
“Mian, ada yang mau aku bicarakan dengan Tara ber2 saja.”
“denganku??” tanyaku bingung.
“Mau bicara apa??”
“Jangan disini. Ditempat lain saja.”
“Baiklah, kalu begitu.”
“All duluan ya.” kataku dan Kibum sambil berjalan kearah mobil Kibum.
oOo
Kibum membawaku ke sebuah kafe Ice Krim
“Mau pesan Ice Krim apa?” tanya pelayan pada kami.
“Kau mau apa Tar??”
“Aku Hawaian Ice es krim saja.”
“Kami pesan 1 Hawain es kris dan 1 vulcano es krim.”
“Baiklah tunggu sebentar.” sambil meninggalkan kami.
“Jadi kau mau ngomong apa??” tanyaku pada Kibum
continue..

FRIENDSHIP PART 2

“Jadi kau mau ngomong apa??”
“Nanti setelah es krim pesanan kita datang.”
“Kenapa harus nunggu es krimnya datang??Katakan saja sekarang yang ingin kamu katakan!!”
“Pokoknya tunggu es krimnya datang!!”
“Yasudah terserah kau saja.”
Tiba – tiba ….
“Ini pesanan anda, 1 hawaian es krim dan 1 vulcano es krim.” kata pelayan sambil meletakan es krim pesanan kami diatas meja.
“Khamsamnida.” jawabku dan Kibum
“Katakan sekarang apa yang mau kau bicarakan!!”
“Kau makan es krimnya dulu.”
“Hah??” aku bingung dengan kelakuan Kibum.
Akhirnya aku memakan es krim itu tapi Kibum juga tidak mengatakan apa pun.
“Hmmm” kataku kaget saat ada sesuatu yang aneh termakan kedalam mulutku.
Aku mengeluarkan benda aneh tersebut dari dalam mulutku.
“Cincin” kataku heran
“Kalau kau mau jadi kekasihku kau pakai cicin itu dijari manismu.” kata Kibum.
“Maksudmu apa???” tanyaku bingung.
“Tara, Saranghae.” sambil menatap mataku dalam – dalam.
“Hah?? Kau bercandakan??” tanyaku yang tidak percaya dengan yang dikatakan Kibum barusan.
“Apa aku terlihat bercanda. Aku serius Tara.” sambil memegang tanganku.
“Kibum ssi kau pasti bercandakan??” tanyaku lagi pada Kibum.
“Tara, sejak dari kecil aku sudah suka padamu. Apa kau tidak mengerti perasaanku!!” kata Kibum yang terus menatap mataku.
“Kau pasti bercandakan? Kau selalu menggangguku! Bagaimana bisa kau menyukaiku??”
“Dengan cara menggangumu aku mengutarakan rasa sukaku padamu. Agar kau selalu memperhatikan aku. Aku harap kau mau membalas perasaanku padamu.”
“KiBum ssi, aku aku …” sambil melepaskan tangan Kibum dari tanganku.
“Kalau kau tidak bisa menjawabnya sekarang, aku tidak akan memaksamu.”
“Kibum ssi aku ..”
“Sudahlah, lebih baik kita pulang sekarang. Mungkin kau dapat berpikir lebih tenang kalau dirumah.” sambil menarik tanganku dan mengajakku pergi.
oOo
“Kibum ssi aku aku …”
“Aku harap kau memberikan jawaban yang aku inginkan.” sambil tersenyum.
“Tapi aku ..”
“Lebih baik kau masuk sekarang.” sambil mendorongku masuk ke rumah.
“Aku pulang!!” kataku saat masuk kedalam rumah.
“Kau sudah pulang onni!!”
“Yuuri!!” pekikku kaget saat melihat Yuuri menyambutku.
“Kau sudah lama disini??”
“Aniyo onni, baru sekitar 5 menit yang lalu.”
“Ommaku mana??”
“Bibi sedang didapur membuat minum onni.”
“Onni,kau dari mana?? Kenapa jam segini baru pulang??”
“Kita ngobrol dikamarku saja ya!!” sambil mengajak Yuuri kekamar.
“Tara, kau sudah bertemu Yuuri??” teriak mamah dari dapur.
“Ya, sudah mah!!”
“Kalau begitu mamah antar minumnya kekamarmu saja ya??”
“Ne.”
oOo
“Huah onni ternyata benar kata JJ oppa, kamar kalian ber2 berhadapan.” sambil berlari kearah jendela.
“Ne.”
“Tara, ini minumnya.” sambil memberikan 2 gelas jus jeruk padaku.
“Makasih mah.” sambil mengabil gelas dari nampan.
“O y, onni kau kenapa baru pulang??”
“Aku habis makan es krim dengan temanku.”
“Owh begitu. Onni, waktu pertama pindah kau kenapa bisa langsung kenal dengan oppaku??”
“JaeJoong tidak sengaja menabrakku dijalan. Lalu kami berkenalan dan ternyata dia tetangga baru disamping rumah.”
“Yuuri, kau sekolah dimana??”
“SongNim du Junior High School kelas 3 A.”
“Onni kau sudah punya pacar??”
“Kenapa kau menanyakan hal itu??”
“Tidak apa – apa onni hanya ingin tahu saja.”
“Sekarang belum punya.”
“Benarkah??”
“Ne,benar.”
“Baguslah kalau begitu :D “
“Kenapa kau senang aku belum punya pacar??” kataku bingung.
“Tidak kenapa – kenapa onni.”
Sore itu, aku dan Yuuri banyak sekali mengobrol. Yuuri gadis yang menyenangkan dan lucu dia banyak membuatku tertawa sore itu. Yuuri jadi mengingatkan aku dengan adik perempuanku yang ikut dengan nenek diJakarta.
oOo
“Tara!! Kalau kau tidak berangkat sekarang kau bisa terlambat!!” teriak mamah.
“Ne, Aku berangkat sekarang!!” sambil lari turun kebawah.
“Mamah, papah!! Aku berangkat dulu ya!!” sambil pamit kepada ke2 orang tuaku.
“Hati – hati dijalan.” kata mamah.
“Ne.” sambil berlari keluar pagar.
“Tara!!” suara seseorang memanggilku.
“Aich apa itu Kibum!!” pikirku yang langsung berhenti berlari.
“Ne.” kataku lirih sambil berbalik kearah sumber suara.
“JaeJoong ssi” pekikku ternyata yang memanggilku JaeJoong bukan Kibum
“Syukurlah bukan Kibum, bisa bingung aku harus ngomong apa kalu bertemu dengannya.” kataku dalam hati.
“Bagaimana, kalau kau berangkat dengan kami??”
“Ne, onni berangkat dengan kami saja.”
“Apa aku tidak merepotkan??” tanyaku ragu.
“Aniyo, Aku malah sangat senang kalau kau mau bareng dengan kami.”
“Ne, onni. Ayo onni.” kata Yuuri sambil menarikku masuk kedalam mobil.
oOo
“JaeJoong ssi, Yuuri ssi. Gomawo sudah mengantarku sampai sekolah.”
“Chaemaneyo.” kata JaeJoong dan Yuuri.
“Tara!!” teriak seseorang memanggilku.
“Kau dianterin siapa tuh??”tanya Delon.
“Sama tetangga baruku.”
“Kenapa kau  tidak cerita kalau kau punya tetangga baru??”
“Kau jugakan tidak bertanya padaku.”
“Aich kau ini.” sambil mengacak – ngacak rambutku.
“Rika, mana??Kau tidak bareng dengannya??”
“Dia berangkat sama SiWon tadi. Jangan lupa minta pajak sama Rika dia baru jadian sama SiWon kemarin.!!”
“Benarkah??” kaget
“Ne, benar. Sudah ayo masuk sudah bel tuh!!” sambil menarik tanganku.
oOo
“Habis Iu, sekarang Rika yang jadian sama anak dari SongNim du.Besok siapa lagi ya??” kata Risa.
“Ya, Delon lah!! jawab Tsuki.
“Kok aku dibawa – bawa sih??” kata Delon sewot
“Ya, yang disamperin sama KyuHyun kemarin siapa ya??” goda Hani sambil melirik kearah Delon.
“Salah yang bakal jadian tuh si Tara kan dia sudah di tembak Kibum kemarin!!” kata Iu
“Hah?? Ya, Tar?? Kamu sudah ditembak Kibum kemarin???” tanya yang lain sambil maju kearahku.
“Aniyo, Kibum tidak menembakku. Kalau aku ditembak sekarang aku sudah lewat dunk!!”
“Aich ini anak bercanda aja!!” kata Rika sambil memukul kepalaku.
“Aich kau belum bayar pajak sudah main pukul aja!!Pajaknya 2 x lipat loh!!” kataku sambil memegang kepalaku yang dipukul oleh Rika.
“Enak aja pajaknya double!!” kata Rika sewot.
“Ini anak ngeles lagi.” kata Iu kesal.
“Aku nggak ikut les apa – apa!!”
“Ya, gak ngeles tapi ngalihin pembicaraan!!” kata Delon ikut sewot.
“Kata siapa kalau kemarin Kibum bilang suka padaku??Gosip aja itu!!”
“Kata Kibum sendiri!!Dia cerita padaku kemarin!!Dia kemarin ngasih cicin sama kamukan??” teriak Iu.
“Aich ini suara apa toa masjid sih!!” kataku sambil menutup mulut Iu.
“Dikasih cicin segala?? Yang bener Tar??” tanya yang lain ikut berteriak sampai anak – anak yang dikantin pada melihat kearah kami semua.
“Hah memang dah toa masjid semua suaranya nggak bisa pelan!!” kataku kesal.
“Tapi benerkan Tar, Kibum bilang suka sama kamu??” tanya Delon.
“Neeeeeee!!” jawabku kesal.
“Terus kamu jawab apa??” tanya Risa.
“Belum jawab.” jawabku santai.
“Jiahhhh ini anak pantas saja Kibum cuma cerita sampai dia bilang suka!!”kata Iu sewot.
“Aku bingung mau jawab apa!!”
“Yaudah terima aja si Tar susah amat!!” kata Rika.
“Tau sudah terima saja!!” kata Hani.
“Kibum manis tau Tar, kalau kamu nggak mau buat aku aja deh!!”kata Risa.
“Huuuu maunya!!Aku juga mau kalau begitu!!” kata Tsuki.
“Dasar!!Kalian ber 2 sama aja!! kata Delon.
“Sudah akh aku pusing!! Nanti aja mikirnya!!” kataku sambil pergi meninggalkan yang lain.
“Ye,tuh anak malah kabur lagi.” kata Iu.
“Tar!!Tara!!” teriak yang lain memamanggilku
Aku masih terus saja jalan tanpa menghiraukan panggilan mereka.
oOo
“Tar, apa kau akan menerima Kibum ssi???” tanya Iu.
“Menurutmu??”
“Kau harus menerimanya!!!” kata Rika ikut – ikutan.
“Aku 1 jawaban dengan Rika.” Iu mengangguk.
“Bagaimana dengan kalian ber 4??” tanyaku pada Delon, Tsuki,Risa, dan Hani.
“Kami ber 4 terserah kau saja!!Kami sebagai teman akan mendukung apapun jawabanmu :) ” jawab Delon mewakili yang lain.
“Baiklah kalau begitu. Aku pulang duluan ya!!Aku ingin memikirkan hal ini dirumah.”kataku sambil pergi meninggalkan mereka semua.
oOo
“Aku pulang!!!” teriakku saat masuk kaedalam rumah.
“Ah hari ini melelehkan sekali!!Untung Kibum belum menemuiku,bisa bingung aku kalau dia menanyakan jawaban yang kemarin” pikirku sambil merebahkan badan kekasur.
‘tok.. tok…tok…”
“Suara apa itu??”kataku sambil bangun dari kasur
Aku berjelan kearah jendela yang menjadi sumber suara.
“Annyeong!!” sapa pria disebrang jendela kamarku.
“JaeJoong ssi!!”pekikku kaget
“Kenapa kau terlihat kaget melihatku??”
“Aniyo.” jawabku lirih
“Tara, boleh aku bertanya sesuatu padamu??”
“Ne,mau tanya apa??”
“Apa benar Kibum bilang suka padamu kemarin??”
“Aduh ini anak langsung nanya kemasalah itu lagi.”pikirku
“Apa Kibum ssi yang bilang padamu??”
“Ne” angguk JaeJoong.
“Kau menerimanya??”
“Belum, aku belum menjawab perasaannya.”
“Syukurlah kalau begitu!!”
“Hah??”
“Aniyo,maksudku kenapa kau tidak langsung menjawabnya??”
“Entahlah aku bingung dengan perasaanku padanya.” jawabku lirih
“Menurutmu aku harus menjawab apa??”
“Aku aku aku …”
“JaeJoong ssi bagaimana menurutmu??”
“Terserah kau saja Tara.”
“Aku tidak ingin mendengar jawaban terserah!!Aku sudah bingung sekali nih!!”
“Kau kan sepupunya,bagaimana menurutmu??”
“Aku aku aku ..”
“JaeJoong oppa!!” teriak seorang gadis dari rumah JaeJoong.
“Akh Tara sepertinya Yuuri memanggilku!!” sambil pergi dari jendela.
“JaeJoong ssi …” panggilku
“Hmmf sudahlah sepertinya aku harus memikirkannya sendiri” gumamku sambil menatap langit.
oOo
“Tar!!Tara!!” teriak seseorang membangunkanku
“Hmmf..”
“Tara!!Ayo bangun!!”
“Nggak mau aku cape ingin tidur!!”
“Kibum sudah menunggumu dibawah Tara!!”
“Apa Kibum ada dibawah!!” pekikku dan langsung terbangun dari tidurku.
“Ya, dia sudah dibawah!!cepat kau menemuinya!!”kata mamah sambil mendorongku keluar kamar.
“Mah,bilang aku sedang tidak ada!!” sambil masuk lagi kedalm kamar
“Kau ini,sudah cepat temui dia!!Dia sudah menunggumu dari tadi!!” marah mamah padaku.
“Ne.”
“Aich aku harus bagaimana sekarang!!”"pikirku sambil mondar mandir di dalam kamar.
“Tara!!Cepat kau turun!!” teriak mamah
“Ne”
“Sudahlah hadapi saja Tara!!!” kataku dalam hati sambil berjalan menuruni tangga.
oOo
“Kibum ssi.” sambil duduk didekat Kibum
“Tara, aku ingin mengajakmu keluar. Kau bisa kan??”
“Kemana??”
“Kau ikut saja.”
“Ne, tunggu sebentar ya. Aku ganti baju dulu.” kataku sambil berjalan kekamar.
“Aich Tara!! Sudah kau harus memberikan jawabannya nanti. Jangan kau tunda lagi!!” kataku mantab saat berada dikamar.
oOo
“Tara, aku mengajakmu kembali kemari. Karena aku …”
“Aku sudah tau maksudmu mengajakku kemari.” kataku yang memotong kata – kata Kibum.
“Lalu apa jawabanmu??” tanya Kibum menatap mataku tajam.
“Kibum ssi aku …
continue …

FRIENDSHIP PART 3


“Kibum ssi aku aku …”
“Ne??”
“Humff ..”
“Lalu apa jawabanmu??” tanya Kibum tidak sabar.
“Sebentar …”
“Kibum ssi aku …
“Ne …” sambil mendekatkan wajahnya kearahku
“Kibum ssi aku …” sambil mengakat jari manisku ke depan wajah Kibum.
“Akh benarkah apa yang kulihat??” tanya Kibum seperti tidak percaya.
“Ne, aku bersedia menjadi kekasihmu.”
“Yos!!” kata Kibum senang
“Semoga apa yang aku putuskan ini tidak salah” pikirku
oOo
“Tara!!” panggil seseorang dari seberang jendela kamarku
Aku langsung bangkit dari tempat tidur dan melihat siapa yang memanggilku malam – malam seperti ini.
“JaeJoong ssi, ada apa??”
“Aku ingin memastikan sesuatu hal padamu.”
“Memastikan apa??”
“Apa benar kau sudah menerima cinta Kibum??”
“Ne.”
“Owh begitu.”
“Aku hanya ingin menayakan hal itu padamu.”
“Begitu.”
“Malam Tar!!” sambil menutup jendela kamarnya.
oOo
“Tara!!Cepat bangun!!” teriak mamah membangunkanku.
“Akh masih ngantuk mah!!”
“Cepet bangun!!Kibum sudah dibawah menjemputmu!!!” marah mamah sambil menarik selimutku.
“Hah!!” pekikku kaget
“Sudah cepat siap -siap sana!!” teriak mamah sambil berjalan keluar kamar.
Aku langsung bersiap – siap. Dan bergegas untuk turun menemui Kibum.
“Mah, mana Kibumnya??” tanyaku pada mamah karena aku tidak melihat Kibum diruang tamu.
“Owh, dia menunggumu diluar.”
“Kalau begitu aku langsung berangkat saja ya,mah!!” sambil pamit dengan mamah
“Ya, hati – hati dijalan.”
Akupun langsung keluar dari rumah.
“Ini mobilnya tapi kemana orangnya ya??” gumamku yang melihat mobil Kibum tetapi orangnya tidak ada.
“Tara!!”
Aku menengok kearah sumber suara.
“Kibum, akh kau kucariin dari tadi juga.”
“Mian, tadi aku habis dari JaeJoong dulu.”
“Owh begitu.”
“Kita bisa berangkat sekarang??” tanyaku.
“Ne.”
oOo
“Kibum ssi gomawo sudah mengantarku :) “
“Ne, nanti pulang aku akan menjemputmu ya??”
“Ne, hati – hati di jalan ya.”
Kibum langsung menjalankan mesin mobilnya dan saat mobilnya hilang dari pandangan mataku. Aku langsung masuk kedalam sekolah.
“Tara!!” teriak seseorang memanggilku.
“Kau kau kau sudah jadian sama Kibum??” tanya Delon dengan napas  terengah – engah karena berlari mengejarku.
“Ne.” jawabku santai.
“Yeeee hari ini nggak perlu ngeluarin uang jajan!!” teriak Delon senang.
“Aku tidak punya uang untuk pajak, kapan – kapan ya Lon.” sambil mengelus pipi Delon.
“Aich kalau begitu nggak usah pegang – pegang!!” kata Delon kesal sambil menyingkirkan tanganku.
“Jiah dia ngambek.”
“Habisnya ….”
“Yasudah besok aku traktir es bon – bon aja ya.” godaku sambil tertawa dan berlari menginggalkan Delon.
“Aich masa es bon – bon sih!!” kata Delon sambil mengejarku.
oOo
“Kayanya ada yang baru jadian tapi belum bayar pajak nih!!” kata Iu menggodaku.
“Siapa ya??Sok pura – pura nggak denger lagi.” sindir Rika.
“Memang siapa sih??” kataku pura – pura babo.
“Ngeles lagi.” kata Tsuki.
“Aku nggak ikut les apapun tau.”
“Yaelah Tar, pajak donk!!” rengek Risa.
“Percuma paling dibeliin es bon – bon sama Tara!!” Delon sewot.
“Ogah, masa es bon – bon sih!!” kata Hani.
“Mian all. Kapan – kapan aja ya.Tapi kalau mau pajaknya sekarang aku traktir  es bon – bon.Gimana??”
“Ah mending kapan – kapan aja!!” kata Iu
“Lon, kamu gimana sama KyuHyun??” tanyaku.
“Oh iya, sampai lupa sama Delon!!” pekik Risa.
“Nggak tahu nih, masih kaya gitu – gitu aja!!Nggak ada perubahan sama sekali.”kata Delon sedih.
“Sabar ya Lon.Mungkin KyuHyun masih malu bilangnya!!” kata kami memberi semangat pada Delon.
oOo
Ring Ding Dong Ring Ding Dong Riggii Ding Ding Ding
“Pulang!!Pulang!! Pulang!!” teriakku sambil berjalan keluar kelas bersama yang lain.
“Iu dijemput donghae!!” kata Tsuki
“Rika dijemput SiWon.” kata Hani
“Tara, dijemput Kibum.” kata Risa.
“Aku nggak dijemput KyuHyun!!” kata Delon sedih.
“HAHHAHAHAHAHAHAHHA sabar ya!!” kataku , Iu dan Rika menyemangati ke 4 teman kami. *yang menurutku lebih cocok dibilang menyindir daripada menyemangati*
“Tuh SiWon sama DongHae sang pujaan hati sudah datang” ledek Risa saat melihat SiWon dan DongHae yang sudah stand by di depan gerbang sekolah.
“Wes my sweet heart dah ngejemput tuh!!” kata Iu dan Rika yang langsung meninggalkan kami  tanpa pamit.
“My sweet heart sih mainnya.” kata Tsuki yang sebal dengan kata – kata itu.
“Tar, kok si Kibum belum datang sih??” tanya Delon
“Nggak tau tuh. Nggak dijemput juga gak masalah kok.” jawabku santai tapi dalam hati ketar – ketir karena sekolah sudah sepi tapi Kibum belum juga datang.
“Yasudah, kalau begitu kami ber 4 dualuan ya.” kata yang lain pamit sambil meninggalkanku di gerbang sekolah.
“Ne.” kataku lirih
“Aich Kibum kemana sih.” gumamku sambil melihat sekitar siapa tahu Kibum tiba – tiba datang.
Aku sudah menunggu Kibum sekitar 1/2 jam tapi dia tidak datang – datang juga.
“Akh aku telpon saja.Kenapa nggak kepikiran dari tadi sih!!” gumamku sambil mengambil Hp ditas.
“Aich aku kan gak punya no Hp Kibum.Aduh babo baget sih aku.” sambil memukul – mukul kepalaku karena kebodohanku.
Tiba – tiba ….
“Mian aku telat tadi aku aku …”
“Tidak apa – apa.” kataku sambil berusaha tersenyum sebenarnya dalam hati sudah kesal.
Selama perjalanan pulang aku dan Kibum hanya terdiam. Tidak ada 1 katapun yang keluar dari mulut kami ber 2. Akupun tidak menayakan kenapa dia terlambat menjemputku.
“Kibum ssi, bisa aku minta no Hp mu??Biar aku menghubungimu gampang!!”
“Akh sebenarnya aku punya no Hp mu. Nanti aku yang akan menelponmu.”
“Hmm begitu.Kau mau mampir??” tawarku pada Kibum.
“Sepertinya lain kali saja.”
“Begitu.Hati – hati.”
“Akh ne.” sambil menjalankan mesin mobilnya.
Akupun langsung masuk tapi saat aku akan masuk rumah tiba – tiba..
“Kakak!!!” panggil seseorang.
Akupun langsung menengok kearah sumber suara itu.
“Aci!!JaeJoong!!” pekikku kaget saat melihat adikku yang tinggal diJakarta bersama JaeJoong.
“Kakak!!” adikku berlari kearahku dan langsung memelukku.
“Kenapa kau bisa disini??Kenapa kau tidak bilang mau datang??Dan kenapa kau bisa bersama JaeJoong??” tanyaku kepada adikku dengan bahasa Indonesia.
“Tara, aku bertemu dia didepan komplek.Tadi dia sedang menangis dan seperti sedang bingung.”
“Benarkah??Kenapa kau bisa tahu dia adikku??”
“Dia menunjukan fotomu diHpnya padaku.”
“Begitu. JaeJoong gomawo sudah mengantarnya.”
“Ne, cheonmaneyo “
oOo
“Mah, kita kedatangan anak hilang.” kataku sambil melempar tas ke sofa.
“Siapa??” sambil datang keruang keluarga.
“Aci!!” pekik mamah kaget dan langsung memeluk adikku.
“Hei, anak kecil kenapa kau bisa datang kesini??dan kenapa nggak bilang – bilang kalau mau datang?” marahku pada Aci.
“Iya kenapa kau tiba – tiba kesini??” tanya mamah yang telah melepaskan pelukkannya.
“Aku sedang libur sekolah. Jadi aku main saja kesini lagipula aku bosan di Jakarta sama nenek.”
“Masa libur sih?? Bukannya sekarang mestinya musim masuk sekolah!!”
“Lain kak di Korea sama di Jakarta.” jawab adikku.
“Sampai kapan kau disini??”
“Kalau bisa terus – terusan disini.”
“Aiich jadi kau akan meninggalkan nenek sendirian di Jakarta begitu maksudmu??”
“Aku tidak bilang seperti itu.”
“Sudah – sudah kalian ber2 ini. Aci sudah istirahat dulu dikamarmu ya.”
“Tara, antarkan adikmu kekamarnya ya!!”
Aku mengantarkan Aci kekamarnya, kamarnya tepat disebelah kamarku. Walaupun Aci tinggal di Jakarta bersama nenek, sebenarnya sudah lama Papah ingin membawa nenek dan Aci ke Seoul tapi yang menjadi kendala adalah nenek tidak mau di Seoul dan Aci tidak bisa bahasa Korea.
oOo
“Kak!!Besok kita jalan – jalan yuk!!” rengek Aci.
“Kau ini, besok aku mesti sekolah tau!!”
“Kak!!Ayolah besok kita jalan – jalan. Aku kan jarang sekali ke sini.” rengek Aci sambil menarik – narik aku yang sedang tidur – tiduran dikasur.
“Aich kau ini!!” kataku kesal.
“Yasudah, tapi besok setelah pulang sekolah. Kakak temani aku jalan – jalan ya!!”
“Ne.”
“Kak!!” panggil adikku lagi
“Apa lagi!!”
“Yang tadi nganterin aku cakep ya. Siapa kak namanya??”
“JaeJoong. Memang kenapa??”
“Aku jadi agak – agak gimana gitu sama dia.”
“Aich kau ini masih kecil tahu masih kelas 2 SMP.” sambil melempar bantal kearah Aci.
“Ye, biarin aja :P “
“Kak, denger suara gak??” tanya Aci sambil mencari sumber suara.
“Suara apa??” tanyaku bingung
“Tara!!Tara!!”
“Tuh kan!!Ada yang manggil kakak tuh.”
Aku langsung bangun dari tempat tidur dan langsung membuka jendela sedangkan Aci mengikutiku.
“JaeJoong ssi, waeyo??”
“Akh kak cowok cakep yang tadi!!” pekik Aci
“Sebenarnya Yuuri yang ingin bicara denganmu.”
“Lalu Yuurinya mana??”
“Akhh dia, sekarang sedang dipanggil Omma. Jadi ….”
“Hmm.”
“JaeJoong ssi, kenalkan ini adikku Aci dia datang dari Jakarta.Ya walupun kau sudah kenal dia tadi.”
“Annyeong Aci.” sapa JaeJoong.
“Kak, dia ngomong apa??”
“Dia bilang hallo.”
“Annyeong.” sapa Aci.
“Tara, aku …”
“Ne.”
“Akh tidak apa – apa.”
“Waeyo JaeJoong ssi??”
“Akh aniyo.”
“Tara, sudah dulu ya. Mungkin besok Yuuri akan kerumahmu.”
“Ne, akan aku tunggu.” sambil menutup jendela kamarku.
“Kak, tuh cowok cakep tetangga kita ya??”
“Ya.”
“Akhh aku jadi pengen tinggal disini >.<”
“Terserah kau saja!!”
oOo
“Tar, kemarin Kibum telat jemput kamu ya??” tanya Iu.
“Kok bisa tau??Padahal aku ga cerita.” kataku heran
“Hmmmf …”
“Woi lagi pada ngobrol apa??” tanya Delon yang tiba – tiba datang bersama yang lain.
“Nggak lagi ngobrol apa – apa kok!!” jawab Iu
“Oh iya, katanya hari ini Siwon ngajak kita main. Kalian pada mau ikut gak?? tawar Rika.
“Bener??Mau dunk tapi cuma Siwon duank??Yang lain ikut gak??” tanya Risa.
“Sama yang lain juga kok!!”
“Bagaimana??”
“Okeh, kalau sama yang lain juga.” kata Delon semangat
“Aku nggak ikut!!” kataku
“Loh Tar, kenapa?? Kibum juga ikut tau!!”
“Adikku Aci yang di Jakarta datang. Jadi dia minta temenin jalan – jalan.”
“Aci yang sama nenek kamu itu tinggalnya??”
“Ya, kemarin dia datang!!Jadi …”
“Kalau begitu kau kasih tahu Kibum dulu kalau kau nggak bisa ikut Tar.” kata Hani.
“Aku nggak punya no Hp Kibum.” kataku lirih.
“Hah?? Masa kamu nggak punya no Hp pacar sendiri sih!!” pekik yang lain kaget.
“Kemarin dia bilang, dia akan menelponku tapi aku tungguin dia nggak telpon.” kataku lirih
“Mana Hp mu??” tanya Iu.
“Ini.” sambil menyerahkan Hpku pada Iu
“Memang buat apa kau minjem Hp ku??” tanyaku bingung.
“Aku punya nomornya Kibum, aku lagi masukin nonya ke Hp mu nih.” jawab Iu yang masing mengotak – atik Hpku.
“Nih sudah.” sambil memberikan Hpku.
“Gomawo.”
“Iu, kok bisa punya no Hp Kibum sih?? tanya Tsuki heran
“Ya, ya kok bisa punya??” tanyaku yang baru sadar saat Tsuki bertanya.
“Waktu itu di Karaoke kita tukeran no Hp.”
“Owwwhhh gitu.”
“Yasudah, nanti aku akan telpon Kibum.”
oOo
“Kak, jadi hari ini kita mau kemana??” tanya Aci.
“Hah.”
“Aich kok begitu sih.”
“Kau tahu aku sedang malas kemana – mana tahu!!”
“Aich kakak mah!!” rengek Aci sambil menarik – narik tanganku.
“Kau ini malu tau!! ngerengek dipinggir jalan.” kataku kesal yang  melihat tingkah adikku.
“Lagian kakak!!”
tin tin tin
“Tuh suara apa??” tanya adikku.
“Ya, suara klakson mobillah!!Kitakan lagi dijalan!!”
Tin tin tin
“Tuh mobil dibelakang berisik banget ya kak.”
“Memang, sudah biarin aja!!”
“Tara!!”teriak seseorang memanggilku.
Aku dan Aci langsung menengok kearah sumber suara.
“Kibum ssi.”
“Kakak kenal dengan orang yang didalam mobil itu.”
“Ya, kenal lah.” sambil mengajak Aci ke mobilnya Kibum.
Kibum langsung keluar dari mobil
“Kakak, dia manis banget!!” bisik Aci .
“Tara, dia adikmu?”
“Ne, dia adikku.”
“Kalian mau pergikan??Biar aku temani.”
“Benarkah??”
“Ne.”
“Tapi apa tidak apa – apa kau tidak ikut bersama yang lain pergi??”
“Tentu saja, tidak apa – apa. Akukan pergi menemani pacarku sendiri.” jawab Kibum sambil tersenyum.
Akhirnya Kibum pergi menemani kami jalan – jalan.
“Kakak, dia siapa sih??Kok kakak temanya cakep – cakep banget.”bisik Aci.
“Dia pacarku.”bisiku pada Aci.
“BOHONG BANGET!!”teriak Aci.
“Adikmu kenapa??”tanya Kibum yang terlihat kaget sambil terus menyetir.
“Biasa penyakitnya dia kumat.” jawabku santai
“Kakak, kau menjelek – jelakkan aku ya??”
“Tidak.”jawabku santai
Kibum hanya tertawa melihat kami ber2.
Kami ber3 pergi ke theme park terkenal Yongin, Gyeonggi-do, bernama Everland yang termasuk dalam lingkup Everland Resort (에버랜드 리조트 Ebeolaendeu Rijoteu).
Everland sendiri dibagi jadi beberapa bagian, Ada Zootopia, Magic Land, Global Fair, European Adventure, dan American Adventure.
Kami ber3 langsung menuju Americant Adventure dan naik Eagles Fortress, setelah itu kami juga menaiki rolling x train dan menikmati atraksi perjalanan collombus. Kemudian kami ke zona European dan naik t – express .Kami juga main misteri mision *kaya semacam main tembak hantu*. Setelah puas bermain kami ke global fair untuk makan setelah itu kami pulang.
oOo
“Kak, yang benar Kak Kibum itu pacarmu??”
“Kau jangan memanggilnya kak, aneh aku mendengarnya.”
“Terus aku panggilnya apa donk??”
“Makanya belajar bahasa Korea. Panggil oppa aja artinya kakak  laki – laki.”
“Oh okeh!!”
“Kak, tapi bener Kibum oppa itu pacarmu??”
“Ne.”
“Ne artinya apa??Haduh kak, jangan ngomong bahasa Korea donk!!Aku gak ngerti.”
“Artinya iya.Aich bodoh banget sih!!”kataku kesal.
“Sudah, aku mau istirahat!!Sana keluar dari kamarku.” sambil mendorong Aci keluar kamar.
oOo
“Tar, kemarin kau dan Kibum pergi kemana??”tanya Hani.
“Ke Everland Resort.Kalian sendiri pada kemana??”
“Sama donk!!” jawab Tsuki.
“Jadi kalian juga kesana??”
“Ne, kami semua kesana!!”jawab Rika.
“Kok nggak ketemu ya.”
“Memang kau ke zona apa saja??”tanya Delon
“America sama Europe.”
“kita ke Zootopia.”jawab Iu
“Oh.Pantes gak ketemu.”
“Kemarin kau pulang jam berapa Tar??” tanya Delon.
“Jam 7. Memang kenapa??”
“Ahh nggak. Kirain sampai malam banget gitu!!” jawab Delon.
“Ya, nggak lah!!Bisa dimarahin papah kalau pulangnya kemalaman!!.”
oOo
“Tar, pulang sekolah nanti dijemput sama Kibum nggak??”tanya Delon.
“Nggak.Memangnya kenapa??”
“Aku mau curhat sama kamu.”
“Mau curhat tentang KyuHyun??”
“Bukan tentang …”
continue ..

FRIENDSHIP PART 4

“Kau mau cerita tentang KyuHyun??”
“Bukan.”
“Lalu kau mau cerita tentang siapa??”
“Aku …
“Ne??”
“Aku ingin cerita tentang …”
“Woi, ber2 aja ngobrolnya!!” kata Iu yang mengagetkan kami ber2
“Aich!!Kau bikin jantungku mau copot tau!!” kataku kesal sambil memukul Iu.
“Hahhahah mian mian!!Lagian ngobrol ber 2 aja gak ngajak – ngajak!!
“O ya, tadi mau cerita apa??” tanyaku pada Delon
“Memang Delon mau cerita apa??” tanya Iu penasaran
“Ga jadi deh.” jawab Delon sambil beranjak pergi meninggalkan kami.
“Lon!! Lon!!”teriakku memanggil Delon
“Memang Delon mau ngomong apa Tar??”
“Mene ketehe!!” jawabku sambil meninggalkan Iu.
“Aich!!Kalian ber2 sama saja!!”
oOo
“Yeoboseyo??”
“Kau tidak bisa menjemputku??Kenapa??”
“Begitu..”
“Yasudah tidak apa – apa.”
“Tadi Kibum ngomong apa Tar??” tanya Tsuki.
“Dia bilang dia nggak bisa jemput soalnya dia ada janji sama temenya!!”
“Siapa Siwon??Wah kalau janji sama SiWon berarti Siwon nggak jemput aku dunk!!”
“Bukan Siwon.”
“Terus siapa??” tanya Hani
“Gak tau!!” jawabku santai
“Ye, nih anak!!Cuek banget sih!!”
“Biarlah!!” kataku sambil bergegas pulang.
“Mau kemana??” teriak Hani
“Pulang lah!!Duluaan ya!!” teriakku dari depan gerbang
“Apa aku terlalu cuek ya??” gumamku sambil berjalan pulang.
“Onni!!Onni!!”teriak seseorang
“Akh Yuuri!!” pekikku kaget saat melihat Yuuri berlari kearahku.
“Hah hah hah!!”
“Kau baik – baik saja??”
“Ne, onni.”
“Kau tidak pulang bersama JaeJoong??”
“Aniyo, JJ oppa ada kegiatan club disekolahnya.”
“Onni, kau sendiri kenapa tidak pulang bersama Kibum oppa??”
“Dia ada janji dengan temanya, jadi aku …..”
“Akh aku mengerti.”
“Onni, aku mau tanya.Boleh??”
“Tanya apa??”
“Apa kau suka dengan Kibum oppa??”
“Hah??” pekikku kaget
“Kau suka dengan Kibum oppa,onni??”
“Aku aku …..”
“Kalau onni, tidak mau menjawabnya tidak apa – apa.”
“Onni, aku duluan ya!!Aku baru ingat harus membantu omma dirumah!!” sambil berlari pergi meninggalkanku.
“Akh kenapa Yuuri menanyakan hal itu ya??” gumamku.
“Sudah jelas aku suka dengan Kibum ……”
oOo
“Kak, kau sudah pulang!!” sambut Aci saat aku datang
“Kak, ayo kita pergi jalan – jalan lagi!!” ajak Aci yang bergelayutan di tanganku.
“Aku capek!!Besok saja!!” kataku sambil melepaskan tangan Aci dan bergegas kekamar.
“Aich Kakak!!” teriak Aci memanggilku.
“Kak, ayo kita pergi!!!!” rengek Aci yang datang ke kamarku.
Aku tidak memperdulikan perkataanya
“KAKAK!!”
“Aich kau ..”
oOo
“Kau ini cuma beli es krim ngajak – ngajak!!” marahku pada Aci karena dia cuma minta anterin ke Mini market.
“Yaampun kak!!Jangan marah – marah nanti cepet tua tau!!”
“Aich biarin aja!!”
“Kak!!”
“Apa sih??”
“Itu bukannya pacar kakak yang cakep ya??” sambil menunjuk ke kasir.
“Akh kau benar. Samperin yuk!!” menarik Aci ke kasir.
“Kibum ssi.” menepuk pundak Kibum
“Tara, kau sedang apa disini??”
Aku tidak menjawab pertanyaan Kibum, aku hanya menunjuk Aci yang disebelahku.
“Hallo Kibum oppa.” sapa Aci
“Annyeong Aci :D “
“Kau sendiri sedang apa??”
“Sama sepertimu.”
“Hah??Maksud??”
“Sebentar.” pergi meninggalkan aku dan Aci.
“Kenalkan dia adikku.”
“Annyeong Kim Ryeo Wook imnida :D “
“Annyeong Ryeowook ssi.” sapaku
“Kakak!!Manis banget >.< ” bisik Aci
“Aich kau ini!!”
“Kau pacarnya hyungku kan??”
“Hmm.” anggukku malu.
“Kak, kenalin donk!!” bisik Aci
“Kenalkan ini dongseangku Aci.”
“Hallo nama saya Aci.”
“Dia gak ngerti bahasa Indo tau!!”
“Hah?? RyeoWook dan Kibum bingung mendengar perkataan Aci.
“Dia bilang Aci imnida.”
“Owh.”
“Kau sudah mau pulang??”
“Sudah.”
“Biar aku anterin pulang ya??Sekalian aku mau ke tempat JaeJoong.”
“Dengan senang hati ^^ “
Selama perjalanan pulang Aci banyak ngobrol dengan RyeoWook. Ya walaupun RyeoWook gak ngerti apa yang Aci omongin >.< .RyeWook ternyata seumuran sama Aci tapi aku sadar ternyata aku nggak tahu kalau Kibum punya adik. Dia tidak pernah menceritakan tentang dirinya padaku.Mungkin aku memang terlalu cuek dengan Kibum.
oOo
“Tar, pulang sendiri lagi??” tanya Rika.
“Yup, duluan ya!!” sambil berlalu pergi
Sudah 2 hari Kibum tidak menjemputku. Dia bilang dia pergi dengan temannya.
“Tara!!”
Aku menengok kearah sumber suara yang memanggilku
“Donghae!!”
“Kenapa kau disini??Iu mana??”
“Dia bilang dia ada janji dengan temannya. Jadi aku …”
“Hmm begitu.”
“Kau mau pulang Tar??”
“Ne, biar aku antar bagaimana??”
“Benar??Tidak merepotkan??”
“Tentu saja tidak.”
“Ayo masuk.”
Donghae mengantar kan aku pulang . Huah senangnya, lumayan ga perlu ngabisin uang buat bayar ongkos bus ^^.
“Donghae ssi, memang Iu pergi sama siapa??”
“Delon??Rika??Tsuki??Risa?Hani??”
“Hhahahahah aku malah mau bertanya padamu sebenarnya dia pergi sama siapa!!”
“Jadi kau tidak tahu dia pergi sama siapa??”
Donghae hanya menggeleng lemah
Obrolanku dan Donghae hanya sebatas itu saja. Lagipula aku tidak begitu dekat dengan Donghae jadi aku bingung mau ngajak ngobrol apa lagi >.< . Sisa perjalanan aku hanya melihat pemandangan diluar mobil.Pemandangan di jalan tetap sama tapi …
“Akh itu kan!!” pekikku tiba – tiba.
“Ada apa Tara??” tanya Donghae yang kaget
“Donghae ssi, itu …” sambil menunjuk ke luar jendela
continue ..

FRIENDSHIP PART 5

“Akh itu kan!!” pekikku tiba – tiba.
“Ada apa Tara??” tanya Donghae yang kaget sambil menoleh kearahku
“Donghae ssi, itu …” sambil menunjuk ke luar jendela
DongHae melihat kearah yang aku tunjuk
“Siapa yang kau maksud??” tanya DongHae babo
“Loh kok gak ada??” Aku terus memperhatikan sekitar tempat yang aku tunjuk  tadi tapi orang yang aku maksud tidak ada.
DongHae kembali fokus menyetir.
“Kau memang lihat siapa tadi??”
“Akh bukan siapa – siapa.” jawabku lirih.
“Tadi Iu sama siapa ya?? Sepertinya aku mengenalnya …” Pikirku
oOo
“Iu, kemarin kau pergi kemana??”
“Hah??” Iu terlihat bingung mendengar pertanyaan ku.
“Kemarin, aku melihatmu bersama …”
Belum sempat aku menyelesaikan perkataanku tiba – tiba Hp Iu berbunyi dan ia langsung mengangkat telponnya.
“Tar, sebentar …” sambil pergi meninggalkanku.
Kalau dilihat dari ekspresi wajahnya sepertinya Iu ditelpon DongHae.
“Nah!!Tadi kau mau bilang apa??” tanya Iu yang telah selesai menerima telpon.
“Akh tidak jadi. Sudah lupakan saja.”
“Mungkin kemarin Iu pergi dengan oppanya, setahuku Iu kan punya seorang oppa.Ya mungkin dengan oppanya!!” pikirku
“Yang telpon tadi siapa?? DongHae??”
“Ne, DongHae” jawab Iu lirih.
“Tar, kau tahu kau sahabatku yang paling baik. Saranghae Tara.” sambil memelukku.
“Hei kau kenapa??Apa kau sakit??Tumben sekali kau bilang seperti itu!!” tanyaku bingung dalam pelukan Iu.
“Hhahahahha Mianhae. Saranghae Tara!!” masih terus memelukku.
“Terserah kau sajalah!!” sambil membalas pelukan Iu.
“Si Iu mulai kena penyakit gila no13 nih” pikirku yang heran dengan tingkah Iu padaku.
oOo
Kibum hari ini tidak menjemputku lagi. Aku merasa dia menyembunyikan sesuatu dariku. Tapi apa yang dia sembunyikan?? Tingkahnya pun akhir – akhir ini agak aneh. Sebenarnya ada apa dengannya??
Selama aku menunggu bus aku terus memikirkan Kibum. Belum pernah aku memikirkannya sampai seperti ini. Aku sadar aku memang terlalu cuek dengannya tapi apa karena ini dia semakin menjauh dariku …
“Tara!!” teriak seseorang memanggilku
Akupun menoleh kearah sumber suara
“Akh JaeJoong ssi ..”
Aku melihat JaeJoong keluar dari mobilnya dan berjalan ke arahku.
“Kau mau pulang??”
“Ne.”
“Kenapa tidak bersama Kibum??Bukankah Kibum ..”
“Pacarku maksudmu??”
“Akh ne.”
“Dia tidak bisa menjemputku, makanya aku pulang sendiri.”
“Begitu .. Tara, bagaimana kalau kau menemaniku pergi??Kau mau??”
“Hah??”
“Kalau kau tidak mau, ya tidak apa.”
“Baiklah. Tapi kemana??”
“Sudah kau ikut saja!!” sambil menarik tanganku dan mengajakku ke mobil.
oOo
“Aku pikir kau akan mengajakku kemana!!Ternyata hanya mengajakku makan.” kataku sewot
“Hhahahahhahaha” JaeJoong hanya tertawa mendengar perkataanku
“Mian mian. Habis aku sedang lapar makanya yang terpikir olehku hanya tempat makan.”
“Aich kau ini!!”
“Sudah kau makan dulu. Setelah makan baru aku akan mengajakmu ketempat yang lain.”
Aku tersenyum mendengarnya, aku berharap JaeJoong membawaku ketempat yang menyenangkan sehingga aku bisa melupakan sedikit masalah tentang Kibum …
“Tara.”
“Ne??” sambil mengunyah makananku
“Bagaimana perasaanmu pada ..”
JaeJoong tidak meneruskan perkataanya
“Perasaanku pada siapa??Apa maksudmu??” aku bingung dengan perkataan JaeJoong.
“Akh tidak jadi!!” sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya.
“Aich.. kau ini mau ngomong apa??Bikin aku penasaran saja!!”
“Sudah lupakan saja. Cepat habiskan makananmu!!”
“JaeJoong mau bicara apa sih??Bikin orang penasaran saja!!” pikirku yang masih penasaran dengan perkataan yang belum selesai diucapkan JaeJoong.
oOo
Ternyata JaeJoong mengajakku ke Everland Resort.
“JaeJoong ssi kenapa kemari??” keluhku.
“Apa kau tidak suka kemari??”
“Bukan begitu. Hanya saja ….”
“Kau membuatku mengingat tentang Kibum, padahal aku pikir. Aku bisa melupakan sejenak tentangnya. Tentang kibum yang seolah – olah menjauh dariku …” kataku dalam hati
“Hanya saja apa??”
“Aku baru kesini sama Kibum  jadi …. “
JaeJoong kemudian menarik tanganku dan membawaku kemobil kemudian ia menyalakan mobilnya dan pergi dari Everland Resort.
“JaeJoong ssi ..”
JaeJoong terus menyetir tanpa menggubris panggilanku.
Aku hanya menghela nafasku melihat JaeJoong seperti itu. Sepertinya dia marah padaku. Selama perjalanan tidak ada 1 patah katapun yang keluar dari mulut kami ber2. Aku hanya menunduk dan tidak berani menatap JaeJoong.Akupun tidak tahu dia akan membawaku kemana, aku harap dia akan membawaku pulang. Aku harap …
“Tara!!Ayo turun!!”sambil membukakan pintu untukku.
Akupun turun dari mobil. Ternyata JaeJoong membawa ku ke …
“Aku harap dengan kesini. Kau dapat sedikit melupakan masalahmu”
“JaeJoong ssi, aku ….”
“Tara terima ini!!” tiba – tiba JaeJoong menyiram air kearahku.
“Aich JaeJoong sii!!”
JaeJoong tertawa dan terus menyiramku dengan air laut.
“Rasakan ini!!” balasku sambil menyiram air kearah JaeJoong
Akhirnya kami main siram – siraman air sampai baju kami semua basah. Kami baru pulang setelah matahari benar – benar tenggelam.
“Mobil siapa itu didepan rumah??Seperti mobil ..” gumamku
“Itu mobilnya Kibum”
“Deg deg deg” jantungku berdetak cepat saat JaeJoong menyebut nama Kibum.
“JaeJoong ssi gomawo untuk hari ini ^^. Aku senang sekali.” sambil keluar dari mobil
“Ne, aku juga senang ^^.”
“Tara ..”
“Ne,ada apa lagi??”
JaeJoong  tersenyum menatapku
“Aniyo.”
oOo
Aku takut melangkahkan kakiku untuk masuk kerumah. Aku takut mobil itu benar mobil Kibum tapi …
“Aku pulang!!”
“Kakak!!Kau sudah pulang!!” sambut Aci yang sudah berdiri didepanku.
“Kak, kenapa kau seperti kucing kecebur diselokan??Bajumu basah semua gitu!!” kata Aci yang kaget melihat penampilanku
“Tadi aku ..”
Belum sempat aku menyelesaikan perkataanku tiba -tiba ..
“Annyeong noona.” sapa seorang pria yang duduk diruang tamu.
“RyeoWook, kau …”
“Sudah kakak!!Kau jangan ganggu kami ber2!!” sambil mendorongku masuk
“Kok bisa??”
“Sudah kakak masuk saja!!Jangan ganggu pokoknya!!” sambil  terus mendorongku masuk.
Aku berjalan kekamar.Kemudian aku mandi setelah selesai, aku merebahkan badanku ke tempat tidur. Hari yang melelahkan tapi menyenangkan pikirku. Untunglah bukan Kibum yang datang. Ternyata adiknya RyeoWook. Aci pinter juga, padahal si RyeoWook gak ngerti si Aci ngomong apa tapi si RyeWook sepertinya okeh okeh aja sama Aci.
“Akh si RyeoWook kan dongsaengnya Kibum. Kibum kan pernah tingal di Amerika!!Pastinya si RyeoWook pinter ngomong bahasa Inggris!!” pekikku tiba – tiba
“Hmmf Walaupun Aci babo bahasa Korea tapi bahasa Inggrisnya kan lancar!!Pantas aja RyeWook betah sama Aci” gumamku sambil merebahkan kembali badanku.
Tiba – tiba Hp ku berbunyi. Aku melihat siapa yang menelponku. Aku agak ragu untuk mengangkatnya tapi …
“Yoboseyo??”
oOo
“Tar, kenapa wajahmu hari ini lebih cerah daripada kemarin??Apa terjadi sesuatu yang menyenangkan??” tanya Iu.
Aku hanya tersenyum pada Iu.
“Kenapa nih anak senyum – senyum ga jelas??” tanya Delon yang baru datang sambil menunjukku.
“Gak tau. Mulai stress kali.” jawab Iu sambil menaikan kedua pundaknya.
Aku tidak memperdulikan perkataan mereka berdua.
“Tar, kenapa??” tanya Delon sambil memegang keningku.
“Aich aku tidak sakit!!” sambil menepis tangan Delon.
“Terus kenapa donk?? Ketawa sendiri kayak orang stress!!” teriak Delon dan Iu kompak.
“Aku ..”
Belum sempat aku selesai berbicara tiba – tiba …
“Tara!!Kemarin kau direstouran sama siapa??” tanya Rika yang tiba – tiba datang dan langsung bertanya tepat didepan wajahku
“Hah??”
“Aku kemarin sama SiWon lihat kamu sama seorang pria di restouran!!”
“Oh dia..”
“Dia siapa??” tanya Rika penasaran.
“Memang kemarin Tara jalan sama siapa??”tanya Iu
“Sama Kibum Tar??” tanya Delon
“Bukan sama Kibum tahu!!Sama orang lain!!Sepertinya” jawab Rika agak ragu
“Tar, dia siapa??” tanya mereka ber3 kompak
“Nanti kalian juga akan tahu.” sambil tersenyum nakal.
Aku sengaja membuat mereka penasaran padahal aku pergi sama JaeJoong , sepupunya Kibum hahahah >.<
“Jangan bilang kalau itu selingkuhanmu!!” teriak Rika
“Hah!!” aku kaget mendengar perkataan Rika
“Terserahlah!!! aku beranjak dari tempat dudukku dan pergi meninggalkan mereka ber3.
“Aich Tara!!”
oOo
Ring Ding Dong Ring Ding Dong Riggi Ding Ding .. bel tanda pulang sekolah berbunyi.
“Ye!! Pulang!!” teriakku dan langsung lari menuju gerbang sekolah.
Padahal songsaenim belum keluar dari kelas >.< Biarlah, habis aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengannya.
Aku menunggu didepan gerbang sekolah dengan tidak sabar.
“Tara!!” panggil yang lain sambil berlari kearahku.
“Orang songsaenim belum keluar juga!!Malah langsung kabur!!” kata Tsuki
“Tau!!Nanti dimarahin songsaenim besok loh!!” tambah Hani
“Mau ngapain sih??Buru – buru amat!!” tanya Iu.
Aku tidak memperdulikan perkataan mereka. Aku masih sibuk melihat sekitar, menunggu orang yang sedang aku tunggu kedatangannya.
“Ye, nih anak ditanyain malah dikacangin!!” Iu sewot
“Biasa kacang di Seoul lagi mahal!!” ledek Delon.
“Tar, jangan bilang kau nunggu pria yang kemari??” tanya Rika penasaran
“Emang Tara kemarin sama siapa??Kibum??” tanya Risa babo.
“Kau nggak ada sih tadi makanya nggak tahu ceritanya!!” kata Iu
“Memang Tara kemarin sama siapa??” tanya Hani dan Tsuki kompak.
“Tau tuh yang jelas bukan sama Kibum!!” jawab Rika
“Tar, jangan tengok kanan – kiri aja donk!!Jawab kek!!” Delon mulai sewot.
“Aich!!kalian ini berisik sekali sih!!” masih tetap fokus melihat sekitar.
“Yasudah jawab dulu kemarin sama siapa!!Bikin penasaran aja!!” Rika mulai ikut sewot.
“Kemarin aku tuh sama …”
Belum sempat aku menyesaikan perkataanku tiba – tiba aku melihat mobil yang aku kenal berjalan ke arah sekolah.
“Akh itu dia!!” pekikku senang.
continue …

FRIENDSHIP PART 6

Pria yang aku tunggu pun akhirnya datang. Dia datang menghampiriku yang sudah menunggunya didepan gerbang sekolah.
“Annyeong.” sapanya sambil tersenyum
“KIBUM!!” pekik ke 6 sahabatku kaget
“Aich memang kalian pikir siapa yang akan datang??” tanyaku heran
“Aku kira pria yang direstoran waktu itu” kata Rika polos. Spontan ke 5 temanku yang lain langsung menutup mulut Rika.
“Hah?? Kau pergi dengan seseorang pria kerestouran??Siapa??” tanya Kibum menyelidik.
“Ne, aku pergi bersama JaeJoong.”
“Owh JaeJoong. Kapan kau bertemu dengannya??”
“Kemarin.”
“Aich JaeJoong itu siapa??Kok Kibum kenal sama dia sih??”
“JaeJoong itu sepupunya Kibum tahu!!”
“Ne??”
“Ne.” anggukku dan Kibum mantap.
“Kibum ssi kita pulang saja yuk.” ajakku sambil menggandeng tangan Kibum.
“Ya!!Kalian ber2 meninggalkan kami!!” teriak Rika.
“Sebentar lagi Siwon juga datang.” balas Kibum.
oOo
Aku merebahkan tubuhku dikasur untuk  melepaskan lelahku hari ini. Tapi tiba – tiba ada pengganggu yang tiba – tiba mengetuk pintu kamarku.
“Kakak!!” teriak penggangu itu.
“Aich sial sekali!!”
Aku membalikkan tubuhku menghadap tembok  dan pura – pura memejamkan ke2 mataku agar tidak bertemu pandang dengan pengganggu itu.
“Aich kakak!!Kau tidak perlu pura – pura tidur!!” kata pengganggu itu sambil mengguncangkan tubuhku.
Aku tidak memperdulikannya dan tetap berpura – pura tidur.
“Kakak aku mau cerita”
“Kakak,tadi aku ketemu kakak Kibum dijalan saat jalan dengan Wookie.”
Aku langsung terbangun dan menggengam ke2 pundak Aci.
“Benarkah??”
“Ya, tadi dia lagi jalan sama cewek kak!!” kata Aci yakin
“Sama siapa??”
“Gak tahu!!” sambil mengangkat ke2 bahunya.
“Terus kata Ryeowook cewek itu siapa??Sepupunya atau siapa??”
“Wookie bilang dia tidak kenal dengan cewek itu kak!!”
“Aich kakak jangan – jangan kak Kibum ..”
“YA!!!” teriakku yang memotong perkataan Aci.
“Aich sudah sana kau keluar!!Aku tidak mau dengar ceritamu!!” sambil mendorong Aci keluar kamar.
“Aich anak itu menyebalkan sekali!!!Kenapa gak pulang – pulang ke Jakarta sih!!”
“Tapi apa yang diceritakan Aci benar ya??”
Aku mengambil hendphone ku yang ku letakan di atas meja. Aku mencari – cari no Kibum dan langsung menelponnya.
“Tut tut”
“Tidak ada jawaban”
Aku kembali menelponnya. Aku menelponya sampai 7 kali dan selalu mendapat jawaban yang sama.
“No yang anda tuju sedang tidak aktif atau diluar jangkauan”
Aku membanting Hpku kesal.
“Aich Kibum ssi …”
“Tenang Tara!!Tenang!!Mungkin itu hanya teman sekolahnya!!” gumamku
“Aich gara – gara bocah itu !!!Aci!!!!!” teriakku kesal
oOo
“Kenapa??”
“Ga kenapa – kanapa.” kataku malas
“Aich kemarin kau senang seperti orang gila dan sekarang kau seperti orang yang sebentar lagi akan mati!!”
“Aich Delon!!Kau menyumpahi aku mati hah??”
“Habis kaunya kaya gitu sih!!”
“Memangnya ada apa??”
Aku melirik kearah Delon sebentar kemudian menghela nafasku.
“Tidak kenapa – kenapa!!” gelengku.
“Aich kau pikir aku bodoh apa!!Sehingga bisa kau bodohi!!” marah Delon.
“Tidak ada apa – apa Delon sayang.”
“Aich kau ini!!”
oOo
Aku berjalan disekitar emperan toko. Aku sendiri bingung kenapa kakiku tidak mau berjalan pulang. Aku memasuki berbagai toko tanpa membeli apapun.Akupun langsung bergegas pulang saat bel pulang sekolah berbunyi tadi.Entah kenapa gara – gara omongan Aci aku jadi marah pada Kibum. Padahal aku belum melihat secara langsung Kibum berjalan dengan seorang wanita.
10 panggilan tak terjawab. Semuanya adalah telpon dari Kibum. Aku malas mengangkat telponnya. Padahal hari ini Kibum bilang dia akan menjemputku saat pulang sekolah tapi aku malah kabur.
“Tara!!Aich kenapa kau mesti marah sama Kibum??”
“Padahal omongan Aci juga belum tentu benar!!Kayak kau tidak tahu Aci saja!!Dia kan kalau ngomong suka dilebihkan!!”
Sepertinya aku harus minta maaf sama Kibum karena kelakuanku hari ini.
“Aku harus minta maaf sekarang” gumamku
Aku beranjak dari tempatku dan langsung bergegas ke halte bus untuk menuju rumah Kibum. Tapi langkahku tertahan saat seseorang memanggil namaku.
“Tara!!” teriak seseorang
Aku menoleh kearah sumber suara itu dan aku melihat seorang pria yang aku kenal telah berdiri didepanku sambil tersenyum simpul.Yang menurutku senyumnya itu agak dipaksakan.
“Kibum ssi ..”
“Aku mencarimu kemana – mana.” sambil berjalan mendekatiku
“Apa kau tahu kalau aku mencemaskanmu??”
“Apa kau tahu kalau kau membuatku bingung dengan sikapmu hari ini??
“Aku mencarimu kerumah tapi Aci bilang kau belum pulang!!”
“Kau kemana??”
“Apa kau tahu aku telah berkeliling kebanyak tempat untuk mencarimu??”
Aku hanya terdiam dan tidak dapat mengeluarkan 1 patah katapun. Rasanya mulutku terkunci rapat didepannya.
“Sebenarnya ada apa denganmu??” Kibum sudah tidak dapat menahan emosinya.
Aku masih tetap terdiam dan tidak berani menatapnya.
“Kau kenapa??” tanya Kibum halus.
“Mianhae.” hanya kata itu saja yang terlontar dari mulutku.
“Mianhae Kibum ssi ..” kataku lirih.
Kibum langsung menarik tubuhku dan memeluk tubuhku erat. Sangat erat sehingga aku kesulitan untuk bernafas.
“Minhae Kibum ssi” gumamku sambil membalas pelukan Kibum.
oOo
“Kak tadi kak Kibum datang nyari kakak!!” kata Aci yang menyambutku didepan pintu
“Kakak kenapa sama kak Kibum?? tanya Aci polos.
“Aich ini semua gara – gara kau tahu!!”
“Annyeong Aci.” sapa Kibum yang muncul di belakangku.
“Akh kak Kibum!!” pekik Aci kaget
“Mana wookie??” tanya Aci dengan bahasa inggris
“Wookie??”
“Ryeowook maksudku kak.”
“Ryeowook dirumahnya lagi makan!!” jawabku kesal sambil menarik Kibum masuk.
“Aich kakak!!” teriak Aci kesal.
“Sekarang bisa kau jelaskan kenapa kau menghindariku hari ini??”
“Gara – gara cerita Aci.” jawabku sambil menyerahkan minuman pada Kibum.
“Cerita Aci??” Kibum melirik kearah Aci yang sedang mengintip dibalik tembok.
Aci yang sadar kalau ketahuan mengintip langsung bergeges pergi.
“Memang apa yang Aci ceritakan??”
“Aci bilang dia dan Ryeowook melihatmu bersama seorang gadis kemarin.”
“Aku menelponmu berkali – kali tapi kau tidak bisa dihubungi.”
“Sebenarnya kemarin kau pergi bersama siapa??”
“Aku aku.. aku ” Kibum terlihat gugup.
“Kata Aci dia tanya Ryewook siapa gadis itu dan Ryeowook bilang dia tidak kenal.”
“Apa dia teman sekolahmu??”
“Dia ..”
Belum sempat ia menjawab pertanyaanku tiba – tiba Hp Kibum berdering. Kibum langsung mengangkatnya.
“Dari siapa??”
“Dongsaengku dia memintaku untuk pulang sekarang.”
“Begitu.”
oOo
“Akh mian aku telat!!” kataku
“Akh tidak apa, lagipula aku menunggumu sambil duduk didepan rumah kok!!”
“Kau mau mengajakku kemana JaeJoong ssi?? Kau tahu aku kaget saat kau mengetuk jendela kamarku dan memintaku untuk menemanimu pergi.”
“Hhahahahah aku hanya mau mengajakmu ke toko buku.”
“Kau mau membeli apa disana??’
“Ya, tentu saja untuk membeli buku.” jawabnya terkekeh.
“Aich aku tahu maksudku buku apa??”
“Nanti kau juga akan tahu.”
“Kalau begitu kita berangkat sekarang.”
oOo
“Jadi bisa kau katakan padaku sekarang??Buku apa yang akan kau beli??”
“Akh ini.”
Aku hanya terbengong menatap buku yang sedang dipegang oleh JaeJoong.
“Kau serius buku ini yang akan kau beli??”
“Ne.” JaeJoong mengangguk pasti
Aku hanya bisa menggaruk – garuk kepalaku yang sebenarnya tidak gatal sama sekali.Karena melihat buku yang dipegang JaeJoong.
“Apa aneh??Kalau aku membeli ini??”
“Akh tidak!!Hanya saja …”
“Akh arasseo kalau begitu,aku taruh saja buku ini.”
“Akh Andwe!!Hanya saja aku baru tahu ternyata kau suka memasak.”
“Aku pikir kau tidak suka dengan hal seperti itu.”
“Apa terlihat aneh kalau pria menyukai hal ini??”
“Aniyo, aku kagum padamu!!”
“Kaccha kita bayar bukunya!!”
“JaeJoong ssi, kau harus memasakan makanan untukku ya??Aku penasaran dengan masakan buatanmu!!”
“Ne, aku akan memasakan makanan untukmu.”
“Akhhh gomawo.”
oOo
“Tara..”
“Ne??”
“Sebelum pulang, kita pergi kesuatu tempat dulu. Kau mau??”
“Baiklah. Kemana??”
“Ke tempat biasa saja.”
“Okeh.”
“Tunggu sebentar, aku akan mengambil mobil dulu.”
“Ne.”
oOo
“Hei Tara!! Ayo naik!!!”
Aku hanya terpakau dari tempatku berdiri. Aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat sekarang.
“Tara!!Ayo naik!!Kau jangan diam saja disitu!!”
Aku terus diam dan tidak memperdulikan panggilan JaeJoong. Hatiku merasa teriris melihat hal ini. Melihat hal yang tidak aku sangka akan seperti ini.
“Tara, kau baik – baik saja??” JaeJoong mengguncang tubuhku perlahan.
Tanpa aku sadari air mataku mulai mengalir dipipipku.
“Tara, kau kenapa??Kau sakit??” JaeJoong mulai panik melihat tingkahku.
“Aniyo, hanya saja itu .”
Aku menunjuk kearah seberang jalan persis didalam sebuah toko. JaeJoong mengikuti arah yang aku tunjuk.
“Akh …”
Continue…

FRIENDSHIP PART 7 LAST

“Ini Tara, kau minumlah dulu.”
Aku mengambil minuman yang diberikan JaeJoong.Kemudian ia duduk disampingku.
“Kalau kau ingin menangis,menangis lah!!Kau bisa bersandar padaku.”
Aku menatap JaeJoong sekilas.Bibirku bergetar, air mataku sudah menggenang dipelupuk mata.Tak dapatku tahan.Hatiku hancur.Sangat hancur.Ingin rasanya ku berteriak.Tapi pita suaraku tercekat.Hanya air mata, yang melambangkan kesedihan dan kekecewaanku.
Jaejoong menarik kepalaku lembut kedalam pelukannya.Dalam pelukan JaeJoong aku menangis sekeras – kerasnya.Aku lampiaskan semua kekecewaan dan kepedihan hatiku pada JaeJoong.
oOo
Aku malas berangkat sekolah hari ini, rasanya aku ingin bolos saja. Tapi tidak bisa, aku ingin menyelesaikan masalah ini!!Masalah ini harus selesai.
Aku membuka pintu rumahku.Didepan rumah, telah berdiri Kibum yang tengah tersenyum kepadaku.Aku melangkah perlahan mendekatinya.Ia mengenggam tanganku lembut.Dia mengajakku masuk kedalam mobilnya.Saat aku hendak masuk ke mobil, sekilas aku melihat JaeJoong yang sedang menatapku sambil tersenyum getir dari depan rumahnya.
“Kau kenapa??”
Aku menoleh sekilas, kemudian menggeleng pelan.
“Andwe!!”
“Kau sakit??”
Kibum berusaha menyentuh keningku, tapi aku langsung menepisnya.Ia agak kaget dengan sikapku.
“Aku baik – baik saja. Kau tidak perlu khawatir!!”
oOo
Aku melangkahkan kakiku masuk kedalam kelas.Aku berjalan pelan menuju teman – temanku yang sedang asik mengobrol.
“Ya Tara!!!” sapa mereka.
“Iu kemarin kau pergi kemana??” tanyaku langsung.
“Hah??”
“Aku melihatmu pergi dengan seorang pria kemarin” dengan menegaskan kata ‘seorang pria’
Wajah Iu memucat.Mulutnya terkunci rapat.Ia mengalihkan wajahnya dari wajahku. Yang lain bingung melihatku dan Iu.
“Mianhae ..” ujar Iu tertunduk.
“Wae??Ada apa dengan kalian ber2??” Tanya Tsuki.
“Aich apa kalian ber2 ada masalah??” tambah Risa yang terlihat bingung.
Aku hanya tersenyum dan menggeleng kecil.
“Andwe, aku dan Iu baik – baik saja.”
“Kau sudah tau Tara??Kau sudah tau semuanya??” Tanya Delon.
Aku menoleh kearah Delon yang menatapku iba.
“Ne, aku tahu.”
“Aku tahu, kalau hal itu yang akan kau ceritakan padaku waktu itu.”
“Kau tahu hal ini Lon??” Tanya Iu yang wajahnya memerah karena menahan tangis.
Delon mengangguk lemah
“Aku tak sengaja melihatnya.”
“Aich!!Ada apa sih??Kenapa hanya kami ber 3 yang tidak tahu apa – apa!!” sewot Hani.
“Nanti, akan aku ceritakan.”
“Mianhae Tara!!Mianhae!!Aku aku …” Iu menangis dan emosinya sudah tak terkontrol.
“Tidak apa, karena kau sahabatku …”
Aku memeluk Iu. Hanya Delon yang mengerti masalahnya. Yang lain bingung melihat kami. Hatiku pedih. Tapi aku merasa puas.Aku puas telah mengetahui semuanya.Aku puas mengetahui sehabatku sendiri, telah menusukku dari belakang. Dan ia pun mengakuinya.
“Bisa diceritakan pada kami sekarang??”
Hani,Risa dan Tsuki sudah tidak sabar ingin tahu semuanya.Kami semua beranjak dari ruang kelas dan berjalan kebelakang taman sekolah. Aku menceritakan apa yang aku lihat kemarin.
“Jadi … Iu, kau dan Kibum ….??” Risa paling kaget mengatahui hal ini.
“Aich aku tidak menyangka kau akan melakukan hal seperti itu!!”Tsuki tidak menyangka akan hal yang baru didengarnya.
“Ya!!Kau gila hah??” ujar Hani kesal.
“Kalian jangan memojokanku saja!!Rika kan juga melakukan hal yang sama!!”
“Hah??Maksudmu??”
Sontak kami semua kaget mendengar perkataan yang terlontar dari mulut Iu.
‘Jadi Rika juga’ pikirku
“Ya!!Rika onnie dengan siapa??”Katakan??”
Iu terdiam dan terus menundukan kepalanya.
“Ya!!Jawab!!” Delon menguncangkan tubuh Iu kasar
“Dengan kyu ….”
“Hah??Kyuhyun maksudmu??”
“Hah..”
Delon terduduk lemas. Ia menangis sejadi – jadinya. Aku merangkul Delon.Aku mengerti perasaanya.Delon pasti tidak menyangka onnie nya akan berbuat seperti itu kepadanya. Padahal Rika tahu kalau ia suka dengan Kyuhyun.
“Aku akan panggil Rika sekarang!!”
Hani berlari meninggalkan kami, dan menuju kelas Rika.Suasana hati kami semua kacau, aku tidak menyangka dalam persahabatan kami akan terjadi seperti ini.
Tak lama kemudian Hani datang bersama Rika,Rika menunduk.Ia tak berani memandang wajah kami semua.
“Ya cepat kau katakan hah??Kenapa bisa kau juga melakukan hal yang sama seperti Iu??”
“Kenapa kau tega sekali padaku hah??Kau onnie macam apa??Sampai tega berbuat seperti itu pada dongsaengmu sendiri!!!”
Delon histeris tangisnya semakin keras dan tidak terkontrol.Ia mengguncang tubuh Rika kasar.Kekecewaan  menghinggapinya saat ini.
Rika tertunduk dan terdiam.Air matanya mulai mengalir.
“Mianhae mianhae …”
“Cih … maaf??hanya kata itu yang bisa kau ucapkan hah??”
Delon menarik kerah baju Rika kasar.Rika hanya terdiam dan terus menangis.
“Setan apa yang merasuki kalian ber2 untuk melakukan hal itu hah???Kalian ber2 ini tega sekali!!Apa salah aku dan Tara??Sampai kalian tega melakukan hal ini??”
“Delon sudah …” kataku lemah.
“Apa Donghae dan Siwon tahu hal ini??” Tanya Risa polos.
“Aich kau bodoh sekali tentu saja mereka ber 2 tidak ada yang tahu!!!” ujar Hani kesal sambil menjitak kepala Risa.
“Aku akan mengakhiri hubunganku dengan Kibum.” Kataku cepat.
Semua menoleh kearahku.Mereka terlihat tidak percaya dengan perkataanku barusan.Iu berjalan cepat kearahku.
“Tara, Kibum sangat suka padamu!!Kami hanya main – main saja!!Percayalah padaku??”
“Apa aku masih bisa percaya padamu???”
Aku menatap Iu tajam.Ia tertunduk, tak berani menatap mataku.
“Apa kurangnya Donghae dan Siwon sampai kalian ber 2 tega melakukan hal ini hah??”
“Andwe!!meraka tidak kurang sedikitpun!!”
“Tapi kenapa kalian lakukan??”
oOo
Aku menatap Kibum yang tengah duduk dihadapanku.Ia tersenyum menatapku.
“Makanlah es krimnya!!Jangan diam saja.”
Kami ber2 sedang berada di kafe tempat Kibum menyatakan perasaan sukanya padaku dulu.Aku tahu ia melakukan hal itu, karena kesalahanku. Aku tidak memperdulikannya.Aku tidak ada disaat dia membutuhkanku.Karena aku tidak mencintainya.Tapi bukankah cinta itu tidak bisa dipaksakan???Saat aku menerima cintanya dulu.Ada perasaan bimbang dihatiku. Aku hanya menganggapnya, bocah kecil yang dulu selalu mengangguku.Tapi aku berusaha untuk merubah anggapanku .Aku belajar untuk mencintainya. Dan aku berhasil melakukannya. Walau aku terlambat mengetahui perasaanku sendiri.
“Kau kenapa lagi??”
Aku menatap wajahnya yang terlihat cemas. Aku, Rika, Iu dan Delon sepakat untuk mengakhiri semua ini.Sandiwara ini akan berakhir.
Aku tidak bisa membayangkan wajah Donghae dan Siwon kalau tahu hal ini.Bahwa sahabat mereka menghianati arti persahabatan yang telah meraka bangun.Aku bisa mengerti perasaan mereka.Tentu sakit sekali.Karena aku merasaakan hal yang sama.Tapi kebohongan harus terkuak. Agar tidak menimbulkan perasaan sakit yang lebih dalam lagi.
“Apa kau tahu kehidupan ini seperti sebuah sandiwara tanpa naskah??Yang para pemainnya bisa membuat alur semaunya tanpa memperdulikan alur semestinya yang telah ditentukan sang sutradara.Dan menyebabkan alur cerita akan menyimpang dari yang semestinya.”
“Maksudmu apa Tara??Kenapa kau tiba – tiba mengatakan hal itu??”
“Aku hanya berpikir arti sebuah sahabat.Bukankah sahabat itu saling mengerti??Persahabatanku dengan teman – temanku terjalin sangat lama dan mereka sudah ku anggap seperti saudaraku sendiri.Mungkin kau juga begitu dengan sahabat mu.”
“Kenapa kau tiba – tiba membicarakaan hal ini??”
Kibum terlihat tidak paham dengan yang aku maksud.Atau ia hanya berpura – pura tidak tahu??
“Aku hanya tidak menyangka sahabatku akan menghianatiku.Bukankah persahabatan seperti itu sudah melenceng dari alurnya??”
Aku menatap wajah Kibum tajam. Ia tertunduk.
“Aku tidak apa – apa kalau kau melakukan itu dengan Iu tapi aku kasihan dengan Donghae. Ia terlalu baik untuk kau perlakukan seperti itu.”
“Maksudmu apa??Aku tidak mengerti!!”
“Iu sudah mengakuinya.Kau tidak perlu menutupinya lagi.”
oOo
Kuhempaskan tubuhku ditempat tidur. Hatiku lelah.Sangat lelah. Aku memejamkan mataku.Terbayang wajah Kibum, saat aku mengatakan bahwa aku telah tau semuanya.Wajahnya sedih.Ia tidak bisa mengucapkan sepatah katapun.Dan aku meninggalkannya di kafe sendirian tadi.Dan besok sandiwara yang mereka mulai akan segera berakhir.Ya berakhir.
‘Tok Tok’ suara jendela diketuk
Aku membuka mataku.Dan beranjak bangun dari tempat tidurku menuju jendela kamarku.
“Annyeong.”
“Annyeong JaeJoong.”
“Apa kau baik??”
“Yah aku jauh lebih baik dari kemarin.”
“Semuanya akan selesai besok!!”
“Aku hanya ingin mengatakan, Kibum sangat menyukaimu!!Aku yakin sekali!!”
“Kenapa kau bisa berpikiran seperti itu??”
“Aku pernah mengatakan padamu, kalau tipe gadis kesukaanku sama dengan Kibum.Tentu saja, aku tahu perasaanya!!”
“Maksudmu??”
“Hanya itu yang ingin aku katakan.”
JaeJoong menutup jendela kamarnya. Aku masih berusaha mencerna kata – katanya barusan.
‘Maksudnya??’
‘Ceklek’
“Kakak!!!”
Aku menoleh. Aci telah berada didalam kamarku.Nafasnya memburu.Wajahnya panik.
“Kakak!!Kau berantem dengan kak Kibum??”
Aku menatap Aci.Wajahnya terlihat penasaran.
“Kenapa kau bisa mengatakan hal itu??”
“Tadi Wookie menelponku. Katanya, wajah kak Kibum sangat sedih setelah bertemu denganmu!!”
“Andwe!!Kami baik – baik saja.”
“Sudah, kau tidur!!Besok kau kan akan pulang ke Jakarta.”
“Tapi kak ..”
Aku mendorong Aci keluar dari kamarku.
oOo
Hari ini aku tidak masuk sekolah. Karena aku sekeluarga mengantarkan Aci kebandara. Selain kami, juga ada RyeoWook adiknya Kibum. Yah Aci dan Ryeowook sangat dekat.Dan Aci memang menyukai Ryeowook dan sepertinya Ryeowook mempunyai perasaan yang sama pada Aci.
Setelah berpamitan dengan kami.Aci berpamitan dengan RyeoWook.
“Wookie, kalau liburan.Aku akan main kesini lagi. Dan kau harus menemaniku mengelilingi Seoul ya??”
Ryeowook mengangguk pasti.
“Kau janji??” Aci mengangkat jari kelingkingnya.
“Ne, aku janji.”
Mereka ber2 saling mengaitkan jari.Aku hanya tersenyum geli melihat mereka ber2.
Kamipun meninggalkan bandara. Saat aku akan berpisah dengan Ryeowook ..
“Nunna, aku harap kau berbaikan dengan hyungku.”
Aku hanya tersenyum mendengarnya.
oOo
Aku berlari menuju halte bus. Aku akan pergi ketempat karaoke.Tempat yang dulu, kami memulai lagi awal perkenalan kami semua. Tempat yang cocok sebagai tempat luapan perasaan. Kedap suara dan hanya kami yang mendengarnya.
Aku menunggu bus cukup lama.Tidak ada bus yang kunjung datang. Tiba – tiba sebuah mobil berhenti tepat didepanku. Sang pengemudi keluar.
“Tara, naiklah.Biar aku antar.” Tawarnya
“Gomawo JaeJoong.”
Aku langsung naik kedalam mobil.
“Kau akan menyelesaikan semuanya hari ini??”
“Ne.”
“Aku harap kau mengambil keputusan yang tepat.”
“Gomawo, aku harap begitu.”
oOo
“Cepat masuk!!”
“Ne.”
Aku melambaikan tanganku sampai mobil Jaejoong menghilang dari pandangan mataku.Aku berbalik.Dan menatap sebuah gedung yang menjadi awal kedekatan kami dimulai dan ditempat ini juga semua akan berakhir.Ku langkahkan kakiku mantap memasuki gedung tersebut.Ku kuatkan hati dan perasaanku.
‘Ya semuanya akan berakhir disini ….’
oOo
Kutatap pintu studio lama. Ku tarik nafasku dalam untuk mencoba menenangkan pikiran dan jiwaku. Aku tidak mau salah dalam mengambil keputusan yang kubuat nanti. Aku ingin mendepat hasil yang terbaik untuk semuanya.Walaupun ending nya menyakitkan.
Kuraih gagang pintu dan membukanya perlahan.Semuanya tampak ceria kecuali Kibum, Iu,Delon dan Rika. Siwon,Donghae dan Kyuhyun tengah asik berkaraoke ria.Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ekspresi mereka saat masalah ini terkuak.
“Hei,Tara!!Lama sekali kau!!Kibum sudah lelah menunggumu tuh!!” goda Donghae.
“Mianhae, aku telat.”
“Akhh katanya Rika kau ingin berbagi cerita dengan kami, makanya kau meminta kami semua berkumpul.Sebenarnya kau mau cerita apa??” tanya Siwon dan menghentikan karaokenya.
“Apakah sangat menarik??Sampai kau ingin berbaginya dengan kami?? ujar Kyuhyun yang mulai tertarik dengan perkataan Siwon barusan.
Aku tersenyum sembil mengambil posisi duduk disamping Kibum.
“Aku rasa bukan aku yang harus cerita tapi Iu dan Rika yang akan bercerita.”
Donghae dan Siwon memandang Iu dan Rika bingung. Iu dan Rika salah tingkah.Mereka saling menatap.Wajah mereka terlihat khawatir.
“Wae chagiya??”ujar Donghae sambil marangkul Iu.
Wajah Iu memerah.Airmata mulai menggenang diplupuk matanya.Donghae terlihat heran dengan sikap kekasihnya.
“Wae kau kenapa??Apa aku salah bicara??”
Donghae panik dan berusaha menenangkan Iu.
“Andwe!!Andwe kau tidak salah!!Aku yang salah!!” Iu mulai terisak.
“Maksudmu??”
“Mianhae mianhae … aku aku ..”
“Siwon,mianhae aku telah membohongimu.Aku aku …” Rika mulai buka suara.
Wajah Kibum dan Kyuhyun memucat.Mereka ber2 tertunduk.Sepertinya Kyuhyun sadar arah pembicaraan selanjutnya akan membuat ia dalam masalah.
“Kau kenapa??Maksudmu membohongiku apa??”
Siwon merengkuh tubuh Rika kasar.Ditatapnya wajah Rika yang telah basah karena tangis.
“Aku aku …”
“Mianhae ini semua salahku …”
Aku menoleh.Kibum berdiri dari duduknya.Wajahnya menatap Donghae dan Siwon sendu.Ada perasaan bersalah yang terpancar jelas dibola matanya.
“Donghae mianhae, aku sudah berhubungan dengan Rika tanpa sepengetahuanmu.Mianhae…” ujar Kibum sambil membungkukan badannya.
Hatiku sakit tanpa sadar air mataku mulai mengalir.Kibum mengakuinya.Ya, ia telah mengakui semuanya.Donghae shock mendengar pengakuan Kibum barusan.Dengan langkah gontai, ia berjalan mendekati Kibum.
“Apa maksudmu??”tanyanya lirih
“Ya!!Katakan!!Apa maksudmu??” Donghae menarik baju Kibum, sorot matanya menunjukan kemarahan dan kekecewaan sekaligus.
“Mianhae ..”
‘BUKK’
Sebuah pukulan tepat mengenai wajah Kibum.Ia tersungkur dan bibirnya mengeluarkan darah.
“Ya!!Kau teman macam apa hah???”
Donghae semakin kalut dan siap memukul Kibum lagi.Aku menghalangi Donghae.Wajahku memerah berhadapan Donghae.
“Ya!!Tara!!Kau mau membela laki – laki yang menghianatimu hah??”
“Minggir Tara!!”
Aku tak bergeming dari hadapan Donghae.Walaupun aku takut.
“Aich!!” Donghae mendorong tubuhku kasar.Aku tersungkur.Dan Donghae sudah siap untuk memukul Kibum kembali.
“Ya Donghae!!Hentikan!!”cegah Iu.
Donghae menghentikan pukulannya.Ia beralih ketembok dan memukul – mukul tembok sampai tangannya berdarah.Iu menghampirinya dan merangkulnya.
“Mianhae mianhae …” tangis Iu.
“Lepaskan!!”Donghae menepisnya.
“Mianhae donghae … mianhae …”Iu terus menangis.
“Aku juga ingin mengaku ..”
Kami semua menoleh kearah Kyuhyun.Ia terdiam dipojok ruangan.Delon menatap Kyuhyun tajam.Kyuhyun menatap Siwon,sorot matanya pilu.
“Siwon mianhae, aku …”
“Sudah cukup!!Aku tahu apa yang akan kau ucapkan!!” potong Siwon.
“Apa yang membuat kalian berpikir melakukan hal ini pada kami hah??”
“Ya!!Katakan!!”ujar Donghae emosi.
“Kami ber4 hanya main – main” Kibum buka suara.
“Main – main??Kau bilang ini main – main??” Donghae tersulut dan menarik baju Kibum.
“Donghae sudah, biar dia bicara dulu.” aku mencoba menenangkannya.
“Waktu itu,kami ber4 sedang mabuk dan omongan kami ber 4 mulai ngelantur.”
“Aku kesal dengan sikap Tara yang tidak memperdulikanku. Dan Iu yang selalu menjadi tempatku berkeluh kesah.”
“Karena Kibum sering bercerita padaku.Ada perasaan yang mucul dihatiku.Mianhae Donghae, mianhae ..”
“Hah lucu sekali ..”Donghae mencibir.
“Aku dan Rika benar – benar hanya main – main.Tidak ada perasaan dalam hal ini.”
“Ne, Siwon … aku tidak ada perasaan apapun pada Kyuhyun!!”
“Apa salahku??Aku selalu ada saat kau membutuhkanku!!Tapi kenapa kau …”
“Minahae, aku benar – benar minta maaf!!” Rika menangis ia memeluk Siwon.
“Ya!!Kibum!!Kau suka dengan Iu hah??Kau suka dengannya??” tanya Donghae tajam.
Kibum tersenyum pilu.Ia menggeleng pelan.
“Aku suka dengan Iu tapi kau mengatakan padaku kalau kau menyukainya juga!!Kau juga meminta bantuanku untuk mendapatkannya!!Aku tidak mau merusak persahaban kita!!Makanya aku bungkam dan membantumu!!”
“Jadi, yang kau bilang padaku dulu.Bahwa kau menyukaiku dari kecil itu bohong hah??” Aku menatap Kibum sinis.
“ANDWE!!Aku memamang menyukaimu dari kecil tapi saat kita bertemu lagi.Kau tidak mengingatku sama sekali!!Padahal selama ini, aku selalu memikirkanmu!!”
Hatiku pilu, mendengarnya.
“Aku menyukai Iu, karena ia perduli padaku.Tapi seiring berjalannya waktu, kau mulai menunjukan perhatianmu padaku.Dan membuatku sadar kalau aku benar – benar mencintaimu!!”
“Tapi tidak semudah itu untuk mengakhiri permainan kami ..”
“Bagaimana aku mau mengingatmu!!Sedangkan waktu kecil kau selalu membuatku menangis!!”
“Mianhae Kibum, aku sudah belajar mencintaimu.Dan aku berhasil melakukanya.Tapi saat aku mencintaimu aku harus menerima hal ini.Aku sadar ini semua salahku sehingga kau berbuat seperti ini.”
“Aku tidak ingin kehilanganmu!!”
“Mianhae kibum, aku tidak bisa TT.TT aku benar – benar tidak bisa …”
Aku menangis.Iu  dan Rika juga menangis.Delon hanya terdiam dan bungkam dari tadi.
“Lalu apa ending cerita ini??Tanya Delon
Semua sontak menoleh kearah Delon.
“Mungkinkah semuanya kembali keawal saat kejadian ini belum terjadi atau hubungan kita semua berakhir disini??”
Delon mulai meneteskan air mata.
“Tara, mianhae mianhae!!” ucap Iu terisak sambil memelukku.
“Lon, maafkan kakakmu ini.Aku tahu aku salah aku tahu ..Aku menyakiti hatimu aku tahu!!Tidak sepatutnya aku melakukan hal ini padamu!! Minahae ..”
Delon mengelus pelan rambut Rika.Matanya basah karena air mata.
“Tidak apa – apa, kau adalah kakaku dan kau lebih penting daripada cintaku ..” seraya memeluk Rika.
“Mianhae…”Rika menangis  kencang dipelukan Delon.
Siwon,Kibum,Kyuhyun dan Donghae terdiam.Mereka saling berpandangan.
“Donghae mianhae ..”
“Ne”
Donghae dan Kibum berpelukan begitu juga dengan Siwon dan Kyuhyun. Mereka mulai mencoba memaafkan 1 sama lain.Donghae dan Siwon melepaskan pelukan mereka.Mereka berjalan pelan kearah kekasih masing – masing.
“Iu, kita mulai lagi dari awal.Kau mau??” ujar Donghae berbesar hati.
Iu menangis menatap Donghae kemudian menghambur kepelukan Donghae.
“Mianhae…”
Donghae mengelus rambut Iu.Aku dan Delon tersenyum melihatnya.Rika dan Siwon pun berpelukan mencoba untuk memaafkan 1 sama lain. Kyuhyun berjalan pelan kearah Delon.Walaupun mereka ber2 tidak berpacaraan tapi mereka memiliki perasaan yang sama.
“Mianhae ..” ujar Kyuhyun
“Gwachana.” seraya tersenyum dan menepuk pundak Kyuhyu.
“Aku mencintaimu!!Benar – benar mencintaimu ..Aku tidak ingin hubungan kita berakhir!!Aku tidak mau hal itu terjadi!!”
Aku menatap Kibum sendu.Wajahnya benar – benar menyesal.Aku tersenyum simpul.Terngiang kata – kata JaeJoong ‘Kibum sangat menyukaimu!!Aku yakin sekali!!’
“Kibum aku mencintaimu .. benar – benar mencintaimu!!Tapi aku benar – benar tidak bisa ..Mianhae …”ujarku sambil menahan tangis.
oOo
Aku memandang langit dari jendela kamarku.Langit yang indah.Tapi tak seindah kisah cintaku.
“Andai kejadian kemarin hanya mimpi …” gumamku.
“Tapi sayangnya itu bukan mimpi ..”
Suara seseorang membuyarkan pikiranku.Diseberang jendela kamarku telah berdiri seorang pria yang menatapku sendu.
“Kibum, kenapa kau bisa berada dikamar JaeJoong??”
“Kau lupa??Aku sepupunya!!”
Aku tersenyum simpul.
“Tara, tidak bisakah kita memulainya lagi dari awal??” Kibum menatapku penuh harap.
“Aku mencintaimu Kibum, sangat mencintaimu tapi aku benar – benar tidak bisa ..”
Bibirku bergetar.Aku tidak ingin menangis lagi.Aku sudah lelah.Sekilas, aku melihat bayangan seorang pria dipintu kamar Jaejoong.Mungkinkah itu Jaejoong??
“Aku juga sangat mencintaimu!!Sampai aku tidak ingin kehilanganmu!!”
“Sangat tidak ingin kehilanganmu!
“Kibum, kata ibuku ayo kita kemeja makan.Makan siang sudah siapa!!”
Aku dan Kibum tersentak kaget.
Jaejoong telah berdiri didepan pintu dan menatap Kibum dan aku bergantian.
“Ne” angguknya.
Kibum menatapku lama dan kemudian beranjak pergi.
“Jaejoong tunggu!!”panggilku saat Jaejoong hendak mengikuti Kibum dari belakang.Jaejoong terhenti.Ia berjalan kearah jendela kamarnya.
“Wae??”
Aku tersenyum.
“Semua sudah berakhir.Aku harap kau mau membantu untuk menjelaskannya pada Kibum!!” pintaku.
“Aku sedih hubunganmu dangannya telah berakhir tapi aku senang dengan keputusanmu…”
Jaejoong tersenyum sekilas sebelum ia meninggalkanku yang mematung melihat kepergiannya.
oOo
Semua kembali seperti awal, seolah – olah itu semua adalah mimipi.Donghae dan Iu semakin lengket seperti lem dengan Donghae begitu juga dengan Rika dan Siwon.Kyuhyun dan Delon juga semakin dekat.Ya, walaupun mereka belum pacaran.Tapi tidak denganku.
“Kau masih tidak bisa melupakan hal itu Tara??” tanya Iu.
“Aku tidak semudah itu melupakannya.Itu bukan mimpi.Itu nyata.”
Iu terdiam, wajahnya kembali menunjukan wajah bersalah.
“mianhae” ujarnya.
“Kau tidak salah, kau juga tidak perlu minta maaf.”
“Andaikan aku disuruh memilih,kau atau Kibum.Aku akan memilihmu Iu, karena kau sahabatku.”
“Lebih susah mencari seorang sahabat dari pada kekasih.Persahabatan kita dibangun sejak lama, kadang cinta bisa terjadi hanya dengan pertemuan pertama tapi persahaban tidak seperti itu.”
“Tara, aku ..”
“Aku harap kau juga akan memberikan jawaban yang sama kalau ditanya seperti itu” ujarku seraya tersenyum.
“TARA!! TARA!!”
Aku menoleh.Kulihat Hani berlari kearahku dan nafasnya memburu.
“Wae??”
“Ada cowok imut nyariin kamu didepan sekolah!!” katanya sambil mencoba mengatur napas.
“Siapa??”
Hani menggeleng cepat.Aku berjalan keluar gerbang sekolah bersama  Hani dan Iu.Seorang pria tengah menyender di pos penjagaan sekolah kami.Ia menyadari kehadiranku dan menoleh.
“Ryeowook!!” ujarku kaget
“Akh nunna, ayo cepat ikut aku!!”
“Hah??”
“Aich gak mau!!Ini masih jam sekolah!!”
“Ayo nunna!!Tidak ada waktu lagi!!”
Ryeowook menarikku paksa.Aku mencoba menariknya kembali tapi tenaganya lebih kuat dariku.
“Aich Ryeowook!!”
“Ya Tara!!”
Ryewook mendorongku masuk kedalam mobilnya.Dengan cepat ia, memacu mobilnya meninggalkan area sekolahku.
“Ya!!Kim Ryeowook!!Mau apa kau hah??”
“Kita mau kemana??”
“Nanti juga nunna akan tahu!!”
“Sudah tidak ada waktu lagi nunna!!”
Aku bergidik kesal menatap Ryeowook yang serius menyetir.
‘Akh bisa habis aku dengan songsaenim nanti’ pikirku
oOo
“Ya nunna ayo turun!!”
Ryeowook kembali menarik tanganku dan langsung mengajakku memasuki sebuah gedung
“Incheon??”
“Ya kenapa kita kebandara hah??”
Ryeowook tidak memperdulikan pertanyaanku.Ia terus menarik tanganku dan mengajak ke bagian penerbangan luar negri.
“Aich kenapa kita kesini??”
Ryeowook menghentikan langkahnya.Ia menoleh kearahku.
“Lihatlah nunna.”
Ia menoleh kearah segerombolan pria yang sedang mengantar kepergian temannya.
“Hyungku, akan kembali ke Amerika hari ini!!” ujarnya seraya meninggalkan  ku dan pergi kearah Kibum.
Aku terpaku.Aku tidak mau Kibum pergi.Aku tidak mau!!Kulangkahkan kakiku menuju Kibum. Ada Jaejoong,Donghae,Siwon,Kyuhyun dan Ryewook yang mengantar kepergiannya.
Kibum menyadari kehadiranku.
“Kau datang??”
“Kibum, kau akan pergi ke Amerika??”
“Ne, sudah tidak ada gunanya aku disini.”
Aku terdiam dan tertunduk.
“Boleh aku meminta sesuatu padamu??”
“Apa??”
Kibum tersenyum.Senyumnya sangat manis.Ia perlahan menarik tubuhku lembut kedalam pelukannya.
“Saranghae ..”
“Ne, saranghae kibum ..”
Aku membalas pelukannya.Air mataku mengalir.Ingin sekali aku menghentikan kepergiannya tapi aku tidak bisa. Perlahan ia melepaskan pelukannya dan mengecup keningku.
“Kau jangan menangis.”
Ia mengusap air mataku perlahan.
“Saat aku kembali, aku akan menjadi orang yang lebih baik.Dan aku harap kau akan menerimaku kembali.”
Aku menunduk, aku tak mau mengangkat wajahku.
“Jaejoong, aku tahu perasaanmu.Aku harap kau mau menjaganya.”
Kibum dan Jaejoong saling berpelukan.Kemudian Kibum berpamitan dengan yang lain.
Aku terus menatap kepergian Kibum, air mataku terus mengalir tanpa henti.Aku mencintaimu tapi hatiku menolak untuk mencegahmu.
“Nunna, bagiku kau tetap kekasih hyungku.” ujar Ryeowook tersnyum kemudian berlalu meninggalkanku.
Donghae dan Kyuhyun menepuk pundakku.Siwon mengacak – ngacak rambutku kemudian mereka berlalu pergi.
“Ayo kita juga pulang Tara!!” ajak Jaejoong.
“Apakah saat ia kemarin kerumahmu, ia berpamitan dengan keluargamu??”
“Andwe!!Ia memutuskan hal ini, setelah ia berbicara denganmu kemarin.”
“Seandainya kau menerimanya kembali, ia tidak akan pergi.”
‘Jadi ini semua karena aku??Kibum pergi kerena aku!!’
“Ayo kita pulang!!” sambil menarik tanganku.
oOo
Aku termenung di depan jendela kamarku.Teringat kembali wajah Kibum yang pergi kemarin.
“Aku akan menjagamu!!”
Lamunanku buyar. Jaejoong tengah berdiri didepan jendela kamarnya.
“Akh Jaejoong “
“Aku sudah janji untuk menjagamu dan aku akan menepati janji itu.”
“Kau tidak perlu menjagaku.”
“Aku menjagamu bukan hanya karena janji itu tapi karana kau penting bagiku.”
Jaejoong menatapku tajam.
“Aku pernah bilang padamu tipe gadisku sama dengan Kibum.”
“Aku akan menunggumu sampai kau bisa melupakannya.Walaupun ucapanku ini tak pantas diucapkan.”
“Apa maksudmu??”
“Aku yakin kau mengerti maksud perkataanku!!”
Aku terdiam dan tertunduk.Aku berusaha mencerna kata – katanya.Maksud perkataanya adalah ‘ia mencintaiku??’.Aku mengakat kepalaku dan tersenyum menatapnya.Ia pun tersenyum kearahku.
oOo
Cinta kadang manis seperti gulali tapi kadang pahit seperti obat.Persahabatan pun seperti itu kalau tidak ada batu sandungan, tidak akan membuat kita tahu betapa penting artinya sebuah persahabatan.
..End..
Thanks for read :D :D
Ditunggu comen n kritiknya.
Maf klo endnya jelek tapi memang seperti inilah ending ceritany krn ni ff real story.Aku hanya mengubah sedikit setting crtanya dan sdikit alurnya krna ff ini jauh lebih tragis dari apa yang aku tulis dan tak sbhagia akhrnya. Tapi semga ff ini berkenan :D






About

widget index

Blogger templates