Author: adelsujuindonesia a.ka JHY Lim a.ka adelfia
Cast: Cho Kyuhyun , Choi Sooyoung
Support Cast: Lee Donghae, Lim Yoon Ah, Choi Minho, Krystal Jung
#huwaa… akhirnya part 1 dapat selsai. walaupun sudah malam, aku tetep pst ini untuk kalian readers… jeongmal gomawo buat Hanrin yang telah membatu FF ini…. hheee ^^ daripada penasaran sama ceritanya mari simak FFku ini… semoga respon kalian bagus dan aku dapat melanjutkan part 2nya…. ‘My Heart, My Kiss, My Love’ [Teaser] [Sequel of Be My Girl Again] will be post soon !! Happy Reading ^^#
“Untuk nama yang kusebutkan tadi, mohon untuk tinggal dikelas”ujar seongsaengnim.
“Ah…berarti aku juga”ujar Yoona lesu.
Sooyoung menepuk-nepuk pundaknya.
“Sooyoung-ah, tungguin aku. Jebal”pinta Yoona.
“Aishh….kau ini”ujar Sooyoung berfikir sejenak, “Geure…aku akan menunggumu, tapi bagaimana kalau bosan?”
“Kau kan bisa sambil bermain basket”ujar Yoona semangat.
“Ah…baiklah. kalau sudah selsai cepat-cepat keluar. Aku tidak ingin menunggu lama”ujar Sooyoung sambil melangkah keluar kelas. “Sooyoung-ah…gomawoyo”ujar Yoona sambil sedikit berteriak.
Sooyoung hanya melambaikan tangannya. Sooyoung melangkah gontai kearah lapangan basket. Saat dikridor sekolah, Sooyoung yang bertemu dengan Minho menjadi semangat.
“Minho-ya”panggil Sooyoung.
Minho memutar badannya kearah belakang, “Ouhh..Noona. ada apa?”
“Temani aku bermain basket. Aku sedang menunggu Yoona”ujar Sooyoung dengan penuh semangat.
“Noona…”ujar Minho sambil menghentakan kakinya dan menunjukan puppy eyesnya.
“Wae?”tanya Sooyoung. “Ya…Noona aku sudah janji”ujar Minho.
“Ah…araseo. Sudah sana kau temui saja yeojachingumu itu”ujar Sooyoung sambil mengambil bola basket dari tangan Minho. “Aigooo…gomawo noona. Mianhae”ujar Minho lalu berlalri kecil meninggalkan Sooyoung. Belum jauh dari tempat Sooyoung berdiri, Minho membalikan badanya dan tangannya membentuk Love diatas kepala, “Saranghaeyo Noona”.
“Aishh…anak ini merepotkan saja”gerutu Sooyoung sambil melangkah menuju lapangan basket.
Sesampainya di lapangan basket, Sooyoung meletakan tasnya dipinggir lapangan. Sooyoung mulai mendrible bolanya melakukan shootning beberapa kali kedalam ring. Kurang lebih setengah jam Sooyoung bermain, tapi Yoona tak kunjung datang. Sooyoung melihat kearah pohon besar yang berada tak jauh dari lapangan, Ia melihat ada sesosok namja yang sedang berdiri sambil membaca buku. Sooyoung yang tak begitu peduli kembali fokus dengan drible-lannya itu. Sooyoung menoleh lagi kearah pohon itu dan namja itu tak ada lagi disana, Sooyoung mengucek-ngucek matanya. Hasil tetap sama tak ada siapapun disina, Sooyooung menjadi sedikit parno.
Namaja itu ternyata ada dibalik pohon. Memasukan bukunya kedalam tas dan mengambil PSPnya. Sooyoung berlari dan mencoba untuk memasukan bola kedalam ring, bola itu melesat dari ring dan praakkk. Sooyoug yang mendengar suara itu mengerutkan keningnya, itu bukan suara pantulan bola lalu suara apa itu. Sooyoung membalikan badannya dan….
‘Orang itu, sejak kapan ia ada disitu. Bukankah tadi dia sudah pergi? Kenapa ia sudah berada ditempat ini?ahhh apa ini… ini bukan sebuah lelucon kan?’batin Sooyoung.
Namja itu mendengus kesal, ia melihat kearah PSPnya yang terjatuh diatas lapangan. Namja itu segera melihat kearah Sooyoung,
“YA…cepat kau ambilkan PSPku ini!”perintah namja itu pada Sooyoung.
“Shireo…itu sangat dekat denganmu, kenapa tidak kau saja yang mengambilnya?”tanya Sooyoung.
“YA….kau yang membuatnya terjatuh. Cepat ambilkan! Ppalli!”teriak namja itu.
Sooyoung mendekat diri kearah namja itu dan menundukan sebagian tubuhnya. Namja itu menyunggikan sedikit bibirnya. “Bagus kau mau mengambilnya”gumam namja itu pelan. Tangan Sooyoung hampir menyentuh PSPnya dan mengurungkan niatnya dan menegakkan kembali tubuhnya.
“Shireo…”ujar Sooyoung sambil memeletkan lidahnya tepat didepan namja itu.
Deg! Wajah namja itu berubah menjadi merah seperti kepiting rebus.
Sooyoung segera mengambil bola yang berada disamping kaki namja itu dan segera berlari menjauh untuk mengihindari namja itu. Namja itu yang melihat Sooyoung berlari mencoba untuk mengejarnya. Baru beberapa meter ia mengejarnya Namja itu kelelahan dan tak sanggup untuk mengejar Sooyoung lagi.
“Begini nih, kalau aku tidak suka olahraga. Lari untuk mengejar yeoja itu saja sudah tak kuat lagi”gerutu namja itu.
Sooyoung berhenti berlari dan mengumpat di belakang batang tubuh pohon. Sooyoung mengintip untuk melihat namja itu. Tapi…Sooyoung menggeleng-gelengkan kepalanya, mengucek-ngucek matanya, dan menampar pelan kedua pipinya. Namja itu sudah tidak berada ditempat itu lagi.
“Tidak mungkin”ujar Sooyoung pelan. Sooyoung segera meninggalkan lapangan basket dan mencari tempat lain untuk menunggu Yoona. Belum jauh Sooyoung pergi dari tempat itu Yoona sudah kembali dan menghampiri Sooyoung.
“Yoongie-ah….menyebalkan sekali songsaengnim itu. Membuat jam pulangku terhambat. Ah..gomawo karena kau telah menungguku”ujar Yoona yang dicuekkin oleh Sooyoung. Sooyoung masih sedikit shock. Yoona yang memerhatikan wajah Sooyoung, dan melambaikan tangannya didepan wajah Sooyoung. Sooyoung mengerjap-ngerjapkan matanya.
“Sooyoung-ah gwenchana?”tanya Yoona.
“Ah..nae…gwenchana. Ayo kita pulang”ujar Sooyoung sambil menarik tangan Yoona.
***
Keesokan harinya, Sooyoung datang sangat pagi, hanya ada dia seorang. Sooyoung melengkupkan sebagian tubuhnya di atas meja. Seorang namja berjalan dikoridor didepan kelas Sooyoung.
“Mana mungkin yeoja seperti itu pagi-pagi begini sudah tiba”gumamnya pelan, sambil melihat kearah dalam kelas Sooyoung. Ketika melihat Sooyoung yang sedang tidur-tiduran dimejanya, ia mengembangkan senyumnya.
Sooyoung yang sedang tidur-tiduran melihat namja yang dilapang kemarin, ia yang tak percaya segera mengucek-ngucek matanya, dan Sooyoung kembali melihat kearah jendela itu dan ternyata namja itu sudah tidak ada.
“Ah…mungkin karena semalam aku kurang tidur, jadinya melihat sesuatu yang tak layak dilihat”ujar Sooyoung yang kembali tidur-tiduran diatas mejanya.
Tepat pukul 07.30 , Sooyoung melihat kearah pintu kelas mencari sosok yoona yang tak kujung datang.
“Aiishhh….. bagaimana ini pasti aku terlambat”gerutu Yoona sambil berlari kearah pintu gerbang sekolahnya.
Yoona memandangi pagar tinggi yang telah tertutup rapat, ia memegang batang besi yang kecil. Hingga ada seseorang berdiri disampingnya. Yoona melihat seseorang ini dari bawah sampai atas. Yoona yang terperanga dengan sosok orang yang berdiri disampingnya tak percaya. Yoona menelan ludahnya, hingga salah seorang songsaengnim memanggil mereka berdua.
“YA..kalian berdua cepat masuk dan ikuti aku”ujar Songsaengnim.
Mereka bertiga tiba dilapangan utama sekolah. Donghae dan Yoona saling melihat satu sama lain.
“Mianhae songsaengnim”ujar Yoona dan Donghae berbarengan.
Tiba-tiba mereka langsung terdiam, Donghae langsung memegang lehernya dan mendesah gugup sedangkan Yoona memalingkan wajahnya.
“Sebagai hukumannya kalian lari keliling kelapangan ini sebanyak 5 kali”ujar Songsaengnim.
“Nae??”ujar Yoona dan Donghae kaget secara bebarengan lagi.
Mau tidak mau Yoona dan Donghae menjalankan hukuman mereka. Mereka berlari mengelilingi lapangan. Donghae berlari didepan Yoona, Yoona yang baru berlalri beberapa meter saja sudah kecapean. Yoona yang melihat Donghae heran, ia berfikir kalau ia seperti pernah melihat sosok yang berlari didepannya.Donghae memperlambat larinya agar dapat sejajar dengan Yoona.
“Ini kedua kalinya kita seperti ini”ujar Donghae pada Yoona.
“Nae??”respon Yoona bingung dengan perkataan Donghae.
“Ah…sepertinya kau lupa, sudahlah lupakan. Jika kau ingin mengingatnya akan kubantu”ujar Donghae lagi sambil berlari mendahului Yoona.
Yoona memiringkan sedikit kepalanya, masih bingung dengan apa yang Donghae katakan. Setelah selesai dari hukuman mereka Yoona dan Donghae masuk kekelas masing-masing. Donghae melirik Yoona yang masuk kekelasnya terlebih dahulu, lalu Donghae masuk kekelas didepannya.
Donghae yang baru saja masuk kekelas tersenyum sendiri sambil duduk disamping Kyuhyun. Kyuhyun yang melihat tingkah sahabatnya itu heran. Donghae masih tetap tersenyum hingga Kyuhyun menegurnya.
“YA…kau salah makan tadi pagi?”tanya Kyuhyun pelan disela-sela pelajaran.
Donghae hanya menggeleng. “Ah…sepertinya kisah cintaku akan dimulai dalam waktu dekat ini”ujar Donghae sambil menaruh kepalanya diatas mejanya.Kyuhyun hanya melihat Donghae dengan wajah heran.
Jam istirahat tiba, semua murid bersebaran diarea sekolah. Sooyoung dan Yoona berjalan dikordor sekolah menuju kantin. Dalam perjalanan tiba-tiba Sooyoung menghentikan langkahnya dan mengucek-ngucek matanya. Ia melihat sesosok namja yang ia lihat dilapangan basket sore kemarin. Namja itu menaiki tangga, Sooyoung yang penasaran menghampiri tangga itu. Sooyoung terpaku pada tangga itu, Yoona yang melihat gelagat aneh dari Sooyoung heran.
Sooyoung mengucek-ngucek matanya lagi, ia melihat kearah kolong tangga dan mendongak kelantai atas agar dapat menemukan namja itu namu tak ada hasil namja itu tidak ada disana. Sooyoung semakin parno dengan kejadian-kejadian yang dilihatnya itu. Ia memundurkan sedikit langkahnya sehingga menginjak kaki Yoona. Yoona menjerit kesakitan, Sooyoung langsung membalikan badanya.
“Huwa…mianata Yoona-ah aku tidak melihatmu”ujar Sooyoung sambil mengusap-ngusap tangannya ala sorry sorry.
“Tentu saja kau tidak akan melihatku. Kau ini kenapa? Apa yang kau cari?”tanya Yoona sambil memegang kakinya.
Sooyoung tak tau harus menjawab apa dengan Yoona, ia belum bisa menceritakannya dengan Yoona, “Ah…aniyo..aku tidak mencari apa-apa. Sudah ayo kita ke kantin”.
Sooyoung membatu Yoona berjalan, karena kakinya masih terasa nyeri. Sooyoung memesan, ddobokki. Sooyoung menundukan kepalanya agar dapat mencium aroma ddobokkinya itu, saat ia mendongakan kepalanya lagi-lagi ia melihat namja itu lagi. Sooyoung mencoba untuk tidak mengucek-ngucek matanya, namun Yoona membuyarkan itu semua dengan pertanyaan-pertanyaan. Sooyoung yang melihat kearah Yoona sebentar lalu kembali melihat namja itu, tapi namja itu sudah tidak ada ditempat itu lagi.
Sooyoung mengacak-ngacaka rambutnya, “Arrrgggghhhh….aku bisa gila kalau seperti ini terus!!!”
Yoona melirik seisi kantin yang tengah memandangi Sooyoung, Yoona hanya tersenyum .
“YA…kau kenapa? Kau tau semua orang melihatmu sekarang”ujar Yoona sambil menepuk pelan tangan Sooyoung.
“Mollaso Yoona-ah…”ujar Sooyoung lemas,
“Ah…sudahlah kau habiskan ini, aku mau keperpustakaan saja”.
“Mwo??”ujar Yoona yang mulutnya masih dipenuhi ddobokki.
##diperpustakaan…
Sooyoung mengambil salah satu buku yang ada rak dan duduk disana. Bukan baca buku yang diambilnya Sooyoung malah memainkan handphonenya yang tertutupi oleh buku. Kyuhyun berjalan diantara rak-rak buku untuk menemukan buku matematika yang dicarinya.
Kyuhyun mencari-cari buku itu dirak tepat Sooyoung duduk disebelahnya untuk menyandarkan badanya. Karea buku itu tidak ada, Kyuhyun beralih kerak selanjutnya yaitu rak yang ada didepan Sooyoung. Kyuhyun mendapatkan buku itu, Kyuhyun membuat sedikit celah diantara buku-buku tebal. Ia yang tak dapat melihat Sooyoung dengan jelas menyipitkan matanya agar dapat melihat wajah Sooyoung dengan jelas.
Sooyoung merasa kalau dirinya diperhatikan, melihat kearah rak yang berada didepannya. Ia melihat sesosok namja yang terus membayangi dirinya akhir-akhir ini. Sooyoung melihat dengan mata terbelalak dan bergumam pelan
“Andewe…andwe…cepatlah kau pergi dari hadapanku”gumamnya sambil memejamkan matanya dan mengibas-ngibaskan tangannya seperti mengusir.
Kyuhyun yang memerhatikan tingkah Sooyoung itu, mengernyitkan dahinya. Lalu ia pergi dari tempat itu menuju kasir peminjaman buku. Sooyoung membuka matanya perlahan-lahan, ia melihat kearah depanya. Namja itu sudah tidak ada lagi, Sooyoung mengelus-ngelus dadanya dengan penuh rasa lega.
“Ahh..akhirnya dia pergi juga. Tatapannya seperti ingin membunuhku!”gumam Sooyoung sambil meninggalkan perpustakaan sambil berlari kecil, agar namja itu tak dapat menemukannya lagi.
Brukkk….Sooyoung menabrak seseorang tak jauh dari pintu perpustakaan.
“Ah…mianhae..mianhae..mianhae…”ujar Sooyoung sambil merapihkan bajunya kembali.
Kyuhyun yang melihat bahwa Sooyoung-lah yang menabraknya sedikit tersenyum. Sooyoung melihat wajah orang yang baru saja ia tabrak. Lagi-lagi Sooyoung shock dengan wajah orang yang ditabraknya itu. Sooyoung memasang wajah takut, sehingga membuat kyuhyun heran.
“YA…kau lagi! Kau ini sebenarnya ceroboh atau apa sih? Kau punya mata tidak?”seru Kyuhyun pada Sooyoung.Sooyoung semakin ketakutan karena ekspresi kyuhyun.
“Aku mohon jangan ganggu aku lagi, kembalilah keduniamu”ujar Sooyoung sambil menjauh dari Kyuhyun, “Mianhae….mianhae…mianhae….”ujar Sooyoung kembali sambil menutup kedua tangannya rapat seakan-akan sedang berdoa dikuil.
Setelah sudah cukup jauh dari Kyuhyun, Sooyoung langsung berlari dengan cepat.
==================
Waktu pulang sekolah….
“Sooyoung-ah…kau pulang bisa pulang sendiri kan?”tanya Yoona.
“Kau fikir aku ini anak kecil apa”ujar Sooyoung dengan nada sedikit kesal.
“YA…janganah marah padaku, ini juga bukan mauku”ujar Yoona.
“Aku tidak marah. Sudah aku ingin segera sampai dirumah. Hati-hatilah dijalan”ujar Sooyoung.
“Em…kau juga”ujar Yoona sambil melambaikan tangannya pada Sooyoung.
Saat di bus Sooyoung duduk di kursi dekat jendela, ia terus memandang kearah luar dengan tangan yang ditempelkan didagu. Tak lama ia duduk ada seseorang yang duduk disampingnya. Sooyoung yang bosan menoleh kearah kiri dan melihat orang yang duduk disampingnya itu.
Sooyoung membuka mulutnya lebar-lebar, terperanga melihat sesosok yang duduk disampingnya itu. Sooyoung melihat orang itu dari atas hingga bawah untuk memastikan orang itu menginjak tanah atau tidak. Kyuhyun yang merasa dilihat menjadi sedikit risih.
“YA…kenapa kau melihatku seperti itu?”tanya orang sambil tetap memainkan PSPnya.
Sooyoung menelan ludahnya, “Kenapa kau terus menggangguku?”
“Mwo?? Mengganggu? Aku mengganggumu? Sejak kapan? Bukankah kau yang selalu membuatku sial terus?”tanya orang itu bertubi-tubi.
“Nae??”respon Sooyoung datar, “Mau apa kau berada disini?”
“Yah, mau pulanglah. Buat apa aku naik bus”ujar namja itu sambil melepaskan headsetnya.
“Ke surga?”tanya Sooyoung polos.
Namja itu mengerenyitkan dahinya, “Su…surga? maksudmu?”
“Rumahmu. Rumahmu disurgakan?”tanya Sooyoung polos lagi.
“YA…memangnya aku sudah mati apa? Kau tidak melihat kaki masih menyentuh bumi”jawab namja itu kesal.
“Ne”ujar Sooyoung.
“Hah”dengus namja itu kesal, “Kau tidak mengenal aku?” Sooyoung menggeleng. “YA…kita ini satu sekolah, masa kau tidak mengenalku sama sekali? Aku ini populer disekolah, bahkan aku diberi julukan Charismatic Prince? Kau tidak mengenalku?”tanya Kyuhyun
“Mwo? Charismatic Prince? Aku tidak pernah mendengarnya. Malah aku menganggapmu itu HANTU”ujar Sooyoung yang memberikan penekan pada kata Hantu.
“Dasar yeoja babo. Hah babo babo babo babo baboya”ujar namja itu dengan nada mengejek.
“YA…jangan mengataiku babo, orangtuaku tidak pernah mengataiku babo”ujar Sooyoung kesal.
“Oh…baguslah kalau begitu, mulai sekarang aku akan memanggilmu yeoja babo”seru namja itu sambil beranjak dari duduknya dan segera turun.
“Dasar deviiiiiiiiiiilllllllllllll!!!!wwweekkkkk”seru Sooyoung sambil memeletkan lidahnya.
Kyuhyun yang mendengarnya hanya tersenyum kecil.
======================
“Huh…kenapa Kyung Ah selalu membuatku susah setiap hari sih? Harusnya dia bisa beli ini sendiri”gerutu yoona sambil membawa 2 tas plastik yang berisikan bahan-bahan makanan.
Donghae yang mengikuti Yoona dari sekolah, hanya tersenyum mendengar gerutuan Yoona.
“Ahh…kenapa jalan ini selalu sepi dijam ini”gerutu Yoona lagi yang membuat Donghae menahan tawanya.
Tiba-tiba ada dua orang namja, yang mengikuti Yoona dari belakanganya. Donghae yang melihat itu menjadi curiga. Yoona yang merasa ada yang mengikuti dirinya mempercepat langkahnya. Yoona mulai berlalri kecil, Donghae-pun mulai mengayuh sepedanya kembali. Selagi Yoona berlari, ia terjatuh dan mulai terpojok dengan kedua namja berandal itu. Yoona memegangi kakinya yang sakit. Dua namja berandal itu mendekati Yoona, Yoona ketakutan ia tak bisa berbuat apa-apa dan meminta bantuan pada siapapun. Airmatanya mulai membasahi wajahnya.
Yoona sedikit berontak, dari cengkraman tangan salah satu namja berandal itu. Donghae yang geram melihatnya, langsung membating sepeda dan langsung melayangkan tinjunya. Donghae yang memang didasari bela dari yang cukup, menghantam dua berandal itu tanpa mengizinkan kedua berandal itu melukai wajahnya yang tampan itu.
Taklama setelah itu, kedua berandal itu lenyap dari hadapan Donghae. Donghae menghampiri Yoona dan menghapus airmatanya. Donghae membantu Yoona berdiri, dan membawanya ke klinik terdekat untuk mengobati kaki Yoona yang sepertinya terkilir.
“Namamu siapa?”tanya Yoona yang sambil menahan sakit akibat sentuhan tangan dokter pada kakinya yang terkilir.
“Lee Donghae”ujar Donghae.
“Ah…aku Lim Yoon Ah. Jeongmal gomawo telah membantuku”ujar Yoona.
“Arayo. Gwenchana”ujar Donghae dingin.
“Kau tau namaku?”tanya Yoona.
“Ne…dulu kita pernah sekelas. Mungkin kau tidak mengingatnya”jawab Donghae sambil tersenyum kearah Yoona.
Yoona hanya menggembungkan kedua pipinya.
Setelah kaki Yoona diperban, Donghae membantu Yoona turun dari ranjang pemeriksaan. Yoona yang beridirinya belum seimbang hampir terjatuh, dan Donghae langsung segera memegang tubuh Yoona.
Deg! Yoona melihat wajah Donghae, jantung Yoona berdebar cepat. Yoona segera mengembalikan dirinya berdiri kembali. Donghae membantu Yoona berjalan.
“Naiklah”ujar Donghae sambil duduk disepedanya.
“Ah…tidak usah, aku bisa pulang sendiri”tolak Yoona.
“Sudah ayo cepat naik, aku antar kau sampai rumahmu”ujar Donghae lagi.
“Ah…baiklah. Gomawo”ujar Yoona yang akhirnya memijakan kakinya di batangan sepeda Donghae.
Yoona memegang pundak Donghae. Donghae mulai mengayuh pedal sepedanya, Yoona yang tak betul-betul pegangan Donghae, hampir terjatuh.
“Pegang pinggaku saja, jika kau tidak ingin jatuh”ujar Donghae.
Yoona berfikir sejenak untuk mengikuti apa kata Donghae. Dengan ragu Yoona mulai memegang pinggang Donghae, senyum mengembang dibibir Yoona. Donghae yang merasa ada tangan dipingganya melihatnya sejenak dan kembali fokus kejalan sambil tersenyum sumringah.
Jantung keduanya tak henti berdetak cepat. Yoona menikmati semilir angin yang seakan-akan membawanya pergi terbang keawan. Desiran darang yang mengalir ditubuhnya terasa begitu jelas. Tak terasa, mereka sudah sampai didepan rumah Yoona. Donghae menekan rem, agar sepedany berhenti tepat didepan rumah Yoona.
Dengan heran Yoona, turun dari sepeda Donghae. Yoona memandangi wajah Donghae dengan penuh tanya.
“Dari mana kau tau rumahku?”tanya Yoona.
TBC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar